Cari Peluang Lain, Minyak Atsiri Jadi Solusi Ekonomi Babel

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin meminta Babel agar jangan bergantung pada industri pertambangan.

    Menurutnya, dengan kondisi lahan kritis yang cukup luas di Babel, semaksimal mungkin harus dimanfaatkan agar dapat produktif, dan memberikan potensi ekonomi. Salah satunya adalah potensi minyak atsiri yang berasal dari pohon sapu-sapu.

    “Kita jangan semata-mata bergantung dari pertambangan, kita harus mencari peluang lain. Salah satunya pengembangan potensi minyak atsiri,” ujar Pj Gubernur, Kamis (26/1/2023).

    Saat ini, kata Ridwan, minyak atsiri merupakan komoditas yang dibutuhkan berbagai negara untuk industri obat-obatan, parfum, kosmetika, pengolahan makanan/minuman, aromaterapi, dan lain-lain. Melihat potensi nilai ekonomi yang besar dari produk turunan tersebut, ia menilai penanaman pohon sapu-sapu di lahan pasca tambang dapat menjadikan industri pertambangan menguntungkan dari dua sisi.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Keuntungan pertama dari pendapatan hasil pertambangan, dan sisi lainnya, pemanfaatan lahan bekas tambang bisa menghasilkan nilai ekonomi. Jadi langkah yang kita lakukan bukan hanya sekedar penghijauan,” katanya.

    Hal serupa juga diutarakan Komisaris Utama MIND ID Doni Monardo. Ia mengatakan bahwa lambat laun mineral pertambangan akan habis, sehingga pihaknya merancang program untuk mereklamasi lahan bekas tambang untuk diolah menjadi lahan yang memiliki nilai ekonomi.

    Khusus di Babel, ia melihat potensi dari pohon sapu-sapu yang banyak terdapat di wilayah Belitung. Pihaknya berinisiatif untuk berkolaborasi dengan Pemprov. Kep. Babel dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa mesin penyulingan untuk menghasilkan minyak atsiri.

    “Tadi juga disampaikan bahwa harga 1 kilogram minyak atsiri itu 300 ribu rupiah, pembelinya sudah ada, dan akan diekspor ke Eropa. Ini yang menjadi pertimbangan kami,” ujarnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia juga menyampaikan, MIND ID selalu berkomitmen untuk senantiasa menjaga aspek keselamatan lingkungan di masa mendatang dengan cara menjaga keseimbangan dan kesinambungan ekosistem.

    “Sehingga mari kita bangun bangsa kita dengan memberikan literasi bahwa lebih banyak aktvitias yang bisa dilakukan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, bukan hanya pertambangan. Kasihan dengan anak cucu kita di masa depan,” katanya. (*/red)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Puluhan Guru di Pangkalpinang Dibekali Keterampilan Kreatif

    Puluhan Guru di Pangkalpinang Dibekali Keterampilan Kreatif

    Selama Satu Dekade, Hampir 1,5 Juta Pohon Ditanami PT Timah Tbk di Bangka Belitung

    Selama Satu Dekade, Hampir 1,5 Juta Pohon Ditanami PT Timah Tbk di Bangka Belitung

    Agar Tetap Eksis, PT Timah Tbk Turut Jaga dan Lestarikan Kearifan hingga Budaya Daerah

    Agar Tetap Eksis, PT Timah Tbk Turut Jaga dan Lestarikan Kearifan hingga Budaya Daerah

    Akhir Tahun 2025, Bangka Belitung Capai Target Inflasi Nasional

    Akhir Tahun 2025, Bangka Belitung Capai Target Inflasi Nasional

    BI Babel Perkuat Sektor Pertanian dan Perikanan Lewat Capacity Building GNPIP

    BI Babel Perkuat Sektor Pertanian dan Perikanan Lewat Capacity Building GNPIP

    Belum Limbah, Buku Ichwan Azwardi Tegaskan SHP Penambangan Masyarakat Masih Kaya Potensi

    Belum Limbah, Buku Ichwan Azwardi Tegaskan SHP Penambangan Masyarakat Masih Kaya Potensi

      Ikuti kami di Facebook