
Selain mendukung pembangunan ekonomi, penataan ruang juga diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mengurangi risiko bencana, terutama banjir yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Bangka Tengah.
Algafry mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi penanganan banjir, termasuk meminta dukungan DPRD Bangka Tengah dalam melakukan pengawasan terhadap implementasi tata ruang di lapangan.
“Kita akan berupaya agar seluruh wilayah tertata dengan baik. Penataan ruang ini juga menjadi bagian penting dalam mitigasi dan penanggulangan bencana di Bangka Tengah,” pungkasnya.
Dengan revisi RTRW yang lebih adaptif terhadap perkembangan wilayah, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap dapat menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, kebutuhan masyarakat, dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.