Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Buntut Akses Jalan Ditutup, Kelompok Tani Desa Mendo Balas Pasang Portal

607
×

Buntut Akses Jalan Ditutup, Kelompok Tani Desa Mendo Balas Pasang Portal

Sebarkan artikel ini
IMG 20230819 153700 931 transcpr
Foto: Portal milik kelompok Tani yang menghubungkan kebun milik PT SAML dengn kebun warga. (Intrik)

INTRIK.ID, BANGKA – Kelompok Tani Desa Mendo akui pihaknya yang memasang portal di area perkebunan sawit di Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

Pemasangan portal itu merupakan aksi balasan untuk PT SAML (Surya Argo Mandiri Lestari) yang terlebih dulu memasang portal di Desa Rukam.

“Portal ini kami yang buat, bukan PT FAL (Fenyen Agro Lestari) yang dituding oleh beberapa pihak,” ungkap Ketua Kelompok Tani Desa Mendo, Abdul Razak, Sabtu (19/8/2023).

Ia mengatakan jalan yang diportal tersebut merupakan akses warga yang ingin ke kebun sehingga akan sulit jika musim panen dan pemupukan.

“Kami pasti kesulitan jika panen nanti karena portal pertama itu milik mereka (PT SAML), lalu kami balas dengan memasang portal lagi di areal kami. Memang jalan itu masih satu akses karena saat pembangunannya, mereka bilang jalan itu bisa dilalui warga tapi sekarang malah dipasangi portal,” terang Razak.

Ia mengaku tidak ingin membalas aksi tersebut karena tidak ingin ribut atau menimbulkan gejolak. Pihaknya hanya ingin portal milik PT SAML tersebut dibongkar dan bisa dilalui bersama.

“Kita tidak mau ribut-ribut, kita berharap pihak mereka juga membongkar portal jalan yang mereka bangun di Desa Rukam atau paling tidak mereka membuat jadwal waktu buka tutup portal. Memang alasan mereka buat portal itu untuk mengamankan kebun dari pencurian TBS kebun mereka, paling tidak di siang hari ada jadwal buka tutup portal,” tegas Razak.

Humas PT FAL, Reno Sinaga mengatakan pihaknya meminta diundang dalam pertemuan antara PT SAML dengan kelompok tani Desa Mendo untuk melakukan klarifikasi.

“Bukan kami yang membuat portal ini karena kami tidak memiliki lahan disini. Kami harap nanti diundang di tengah-tengah kedua belah pihak,” ucapnya.

Pihaknya juga masih mempertimbangkan langkah yang akan ditempuh atas tuduhan tersebut.

“Kami hanya berharap bisa menjalin relasi yang baik, dari segi perusahaan maupun dengan masyarakat,” tegas Reno.

Sementara itu, Perwakilan PT SAML, Agus menegaskan tetap akan menutup akses atau portal di daerah Desa Rukam.

Menurutnya, jalan tersebut dibuat oleh pihak PT SAML untuk kepentingan keamanan perusahaan.

“Untuk portal yang di pasang di Desa Rukam tidak bisa dibuka karena wewenang PT SAML dan bukan termasuk jalan umum,” tegasnya.

Meskipun begitu, ia mengatakan untuk akses masuk di Desa Mendo bisa digunakan bersama.

“Untuk 600 meter yang masuk Desa Mendo, itu bisa. Tapi kalau yang arah Desa Rukam itu bukan jalan umum jadi gak bisa. Portal di Rukam itu untuk keamanan di Rukam,” jelas Agus.

Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas