Buku “Kemuja: Serambi Makkah Untuk Peradaban Dunia” Launching Pas Maulid Nabi

    Foto: ist

    INTRIK.ID, BANGKA — Buku “Kemuja: Serambi Makkah Untuk Peradaban Dunia” resmi dilaunching, Sabtu (8/10/2022).

    Launching buku yang digarap Tim Madania Center Bangka Belitung itu bertepatan juga dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kemuja.

    Direktur Madania Center Babel yang juga selalu ketua Tim Penulis, Rusydi Sulaiman mengatakan, Kampung Kemuje (Desa Kemuja) sebagai daerah agamais atau kampung religius dimana banyak melekat nilai-nilai kearifan lokal.

    Oleh karena itu, menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diangkat kembali sebagai kejayaan masyarakat Kampung Kemuje.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Banyak juga para pemuda tidak tahu tentang sejarah Desa Kemuja. maka itu perlu dikenalkan kepada mereka secara mendalam,” kata Rusydi.

    Menurutnya masyarakat Desa Kemuja memiliki aspek yang kuat yakni prinsip-prinsip dari para orang tua seperti prinsip kewirausahaan dalam menghasilkan rempah-rempah, karet dan lainnya.

    “Meskipun anak-anak Desa Kemuje ini sudah bisa mandiri saat mereka mulai menyadap getah karet, tapi pendidikan itu tidak bisa ditinggalkan, termasuk di bidang budaya juga ada nilai-nilai kearifan lokal yang perlu diperkuat kembali,” jelasnya.

    Akademisi IAIN Syekh Abdurrahman Siddiq ini juga menilai masyarakat Desa Kemuja memiliki orientasi terhadap pendidikan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Jadi sekaya-kayanya orangtua di Kampung Kemuja ini orientasinya tetap ke arah pendidikan agama. Jadi jangan sampai nilai-nilai agama itu hilang dari masyarakat Kampung Kemuje ini,” ujar Rusydi.

    Ia juga berharap, ada lembaga-lembaga yang perlu diperkuat, misalnya lembaga implikasi dari Naon (mukim di Mekkah) masyarakat Kampung Kemuja, ngaji duduk, konsep pembelajaran tauhid tentang netar batu di mana hal ini tidak ada di tempat lain.

    “Jadi tradisi Naon atau tradisi masyarakat Kampung Kemuje bermukim di Makkah (mencari ilmu-red) itu semarak dilakukan sejak tahun 1880- an,” ujarnya.

    “Artinya sistem pendidikan agama di Kampung Kemuje ini sangat menginspirasi lembaga-lembaga pendidikan di Pulau Bangka, secara tidak langsung berdirinya IAIN Abdurrahman Siddik itu juga dari semangat masyarakat Kampung Kemuje ini,” tambahnya.

    Buku berjudul “Kemuja: Serambi Makkah untuk Peradaban Dunia” itu memiliki spesifikasi 14×21 cm, xIvi+472 halaman yang ditulis oleh 4 orang penulis inti, 3 orang tim penggali data, 2 editor, dan 9 penulis refleksi, rampung ditulis dalam waktu kurang lebih 8 bulan.(red)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Haruskah Pemuda Bikin Kisruh Dulu Baru Diperhatikan

    Haruskah Pemuda Bikin Kisruh Dulu Baru Diperhatikan

    Kapal Ambulance Milik Dinkes Kabupaten Bangka Masih Beroperasi, Biaya Operasional Bersumber dari APBD

    Kapal Ambulance Milik Dinkes Kabupaten Bangka Masih Beroperasi, Biaya Operasional Bersumber dari APBD

    Tahun 2024 Pemkab Bangka Katanya Defisit Anggaran, Tapi Mampu Beli Kapal Ambulance Meliaran?

    Tahun 2024 Pemkab Bangka Katanya Defisit Anggaran, Tapi Mampu Beli Kapal Ambulance Meliaran?

    Dapet Kabar PT Dewa Putra Bangka Di Panggil Pidsus

    Dapet Kabar PT Dewa Putra Bangka Di Panggil Pidsus

    Strategi Baru Bangka Pertahankan Juara Provinsi, MTQH Kabupaten Fokus Seleksi Cabang yang Masih Lemah

    Strategi Baru Bangka Pertahankan Juara Provinsi, MTQH Kabupaten Fokus Seleksi Cabang yang Masih Lemah

    Nelayan Sungailiat Sebut, Tongkang Yang Tabrak Perahu Mereka ada Tulisan AN dan BATAM

    Nelayan Sungailiat Sebut, Tongkang Yang Tabrak Perahu Mereka ada Tulisan AN dan BATAM

      Ikuti kami di Facebook