
Intrik.id – Budidaya durian bawor merupakan salah satu peluang agribisnis yang sangat menjanjikan. Hal ini mengingat statusnya sebagai varietas lokal unggulan dengan kualitas yang mampu bersaing dengan durian impor. Nama “Bawor” sendiri memiliki akar filosofis dari tokoh pewayangan Bagong (adik Petruk). Varietas ini merupakan hasil inovasi teknik okulasi yang menggabungkan keunggulan durian Petruk dengan jenis lainnya. Karakteristik utamanya terletak pada daging buah tebal, berwarna oranye, serta cita rasa manis legit dengan sedikit sentuhan pahit yang khas.
Selain kualitas buah yang premium, tanaman ini relatif adaptif dan mudah dalam hal perawatan. Hal ini menjadikannya pilihan favorit bagi para pekebun yang menginginkan hasil maksimal dengan risiko kegagalan minimal.
Baca juga: Budidaya Nanas Madu, Peluang Bisnis Pertanian dengan Prospek Cerah
Durian bawor terkenal memiliki daya adaptasi yang luar biasa, karena mampu tumbuh optimal pada dataran rendah maupun tinggi. Namun, elevasi ideal untuk mendukung pertumbuhannya berada pada ketinggian sekitar 600 mdpl. Dengan kondisi lahan yang tepat, tanaman ini dapat bersifat sangat produktif dan tidak mengenal musim. Bahkan, memungkinkan untuk panen hingga tiga kali dalam setahun.
Kondisi tanah juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Tanaman ini memerlukan pH tanah yang stabil antara 6,0 hingga 7,0. Apabila tingkat keasaman tanah terlalu tinggi atau rendah, pemberian kapur dolomit dapat menjadi solusi efektif untuk menetralkan kandungan tanah sebelum proses awal penanaman.
Kemudian, untuk mendapatkan pohon kokoh dan produktivitas buah stabil, terdapat beberapa aspek teknis yang harus diperhatikan secara detail:
Keberhasilan budidaya durian bawor mulai dari pemilihan bibit. Pilihlah bibit dengan perakaran kuat (biasanya memiliki 3-4 kaki/akar tambahan melalui teknik okulasi). Selain itu, pilih batang yang kokoh serta daun hijau segar tanpa tanda-tanda serangan hama. Akar yang banyak mempercepat penyerapan nutrisi. Sehingga, pohon lebih tahan terhadap kondisi cuaca kering.
Sebagai tanaman tropis, durian bawor memerlukan paparan sinar matahari penuh. Cahaya matahari bukan hanya berfungsi sebagai motor penggerak fotosintesis. Akan tetapi, juga berperan penting dalam proses pembelahan sel dan respirasi tanaman. Penyinaran yang cukup juga secara alami menekan pertumbuhan jamur dan bakteri patogen pada tajuk pohon.
Strategi budidaya durian bawor selanjutnya, area tanam harus memiliki akses air yang baik namun tidak boleh tergenang. Sistem drainase yang buruk dapat memicu kelembapan berlebih berujung pada pembusukan akar dan serangan jamur upas. Jarak tanam ideal biasanya berkisar 7 x 7 meter atau menyesuaikan dengan kontur lahan untuk memastikan setiap pohon mendapatkan ruang tumbuh yang cukup.
Pemupukan dilakukan dalam dua fase utama: fase vegetatif (pertumbuhan) dan fase generatif (pembuahan). Pada tahap awal, pemupukan rutin setiap bulan sangat dianjurkan untuk memperkuat struktur pohon. Setelah memasuki masa produktif, pemberian pupuk dilakukan setiap tiga bulan sekali yang dapat mengombinasikan dengan hormon perangsang buah untuk memicu pembuahan lebih awal.
Baca juga: Budidaya Pisang Barangan Merah, Peluang Bisnis Pertanian yang Mudah dan Menjanjikan
Pemangkasan ranting yang tidak produktif bertujuan agar distribusi nutrisi terfokus pada pembentukan bunga dan buah. Selain itu, pemangkasan memastikan sinar matahari menjangkau seluruh bagian tanaman. Secara bersamaan, lakukan monitoring rutin untuk mengendalikan hama seperti penggerek batang atau kutu putih melalui sanitasi lahan maupun penggunaan pestisida organik secara bijak.
Budidaya durian bawor bukan sekadar menanam, melainkan investasi jangka panjang yang memerlukan ketelatenan dalam perawatan intensif. Dengan kombinasi bibit durian bawor unggul dan manajemen kebun yang profesional, maka budidaya ini dapat memberikan keuntungan finansial signifikan bagi para petani.