
BANGKA BELITUNG. INTRIK.ID – Melanjutkan Pemberitaan Bongkar Skandal Jilid Dua “Konspirasi Tersistem Petugas Sampling, Loloskan Tailing Timah Program SHP”, kali ini narasumber INTRIK.ID akan membeberkan bagaimana terjadinya Konspirasi tersistem meloloskan tailing ( ampas ) timah di bagian laboratorium Program Sisa Hasil Produksi ( SHP ) perusahaan plat merah.
Pada program SHP tahun 2017 – 2019 bagian laboratorium punya peran sangat menentukan lolos atau tidak tailing campur timah induk. Bagi pihak pengirim timah SHP sudah paham betul harus bagaimana bersikap jika timahnya mau lolos. Menurut narasumber INTRIK.ID ada keterlibatan orang dalam perusahaan plat merah, mulai dari pengawas tambang, petugas colok, laboratorium, juru bayar hingga pemegang jabatan strategis berkaitan dengan program SHP.
“Setelah pasir timah dalam jumbo bag dicolok diambil sampel selanjutnya dibawa ke bagian laboratorium. Nah dibagian ini lah penentu diterima atau tidak timah SHP yang kita kirim. Tentunya pihak pengirim merasa timahnya tidak sesuai standar program SHP sudah paham apa yang harus dilakukannya. Kalau tidak melibatkan orang dalam laboratorium dan bagian lainnya dipastikan timah yang kita kirim itu sudah tentu ditolak. Disini terjadi komunikasi mengarah pada setoran uang pelicin,” ungkap sumber, Senin ( 22/12/2025).
Gayung bersambut seperti sudah mengerti apa selanjutnya dilakukan bagian laboratorium. Nara sumber menceritakan bahwa jumbo bag sudah ada kode – kodenya. Permainan nilai SN timah SHP menjadi nilai tukar kepentingan, kalau mau timahnya lolos harus bangun komunikasi.
“Jumbo bag berisi timah campuran tailing itu masing – masing ada kodenya, semua itu ada pegangan orang dalam. Dimana letak skandalnya pada saat melakukan mix yaitu menentukan kadar SN timah. Petugas laboratorium bisa saja menaikkan dan menurunkan nilai kadar timah yang di sample sesuai program SHP. Kondisi saat melakukan mix permainan melibatkan orang dalam sangat kental. Jumbo bag sudah ada kode tadi dipastikan lolos, tentunya nilai pelicin juga menjanjikan,” kata narasumber.
Skema semangkin asyik dalam proses uji sampel program timah SHP ada istilah tukar sampel. Seperti apa pola dan cara kerjanya nara sumber INTRIK.ID menjelaskan sampel sudah dipersiapkan terlebih dahulu tahapan colok hanya formalitas.
“Ada lagi istilah tukar sampel saat program timah SHP dilakukan, jadi antar pihak pengiriman timah SHP dan orang bertugas di laboratorium sudah buat skemanya. Timah didalam jumbo bag tetap melalui proses colok namun hasil colok itu ditukar dengan sampel yang sudah dipersiapkan. Sudah pasti orang dalam bertugas di laboratorium paham mencampur sampel timah itu agar sesuai standar program timah SHP. Jadi timah dalam jumbo bag diambil sampel itu hanya formalitas, terkadang isi tailing ( ampas ) timah lebih banyak tidak sesuai campuran timah bagus. Bayangkan isi jumbo bag kisaran 800 kilogram hingga 1000 kilogram berapa uang perusahaan dihabiskan beli tailing. Proses pencarian nanti invoice nya di juru bayar,” ujar narasumber.
Bagaimana selanjutnya konspirasi program timah SHP dari hasil colok masuk ke laboratorium hingga penyelesaian pencairan? akan disampaikan INTRIK.ID, pada Bongkar Skandal Jilid Empat Program SHP berikutnya.