Bongkar Skandal Jilid Dua ! Konspirasi Tersistem Petugas Sampling, Loloskan Tailing Timah Program SHP

    Caption: Gambar pasir timah

    BANGKA BELITUNG. INTRIK.ID – Melanjutkan Pemberitaan Bongkar Skandal Jilid Satu “Pengiriman Biji Timah kadar Rendah Program SHP, kali ini narasumber INTRIK.ID akan membeberkan bagaimana terjadinya Konspirasi tersistem meloloskan tailing ( ampas ) timah dalam program Sisa Hasil Produksi ( SHP ) perusahaan plat merah.

    Tailing timah adalah limbah atau sisa-sisa pengolahan bijih timah yang dihasilkan dari proses penambangan dan pengolahan timah. Tailing timah biasanya berupa lumpur atau pasir yang mengandung mineral-mineral berat, termasuk timah tetapi dalam konsentrasi yang rendah.

    Dapat dibayangkan berdalih menjalankan program SHP, tailing bisa lolos dari uji sampling dan dibayar mahal oleh perusahaan plat merah dengan harga biji timah kadar tinggi. Tentu saja kalau tidak ada Konspirasi rasanya tailing yang dicampur timah induk gak mungkin lolos.

    Menyambung ceritanya pada pemberitaan Skandal Jilid Satu Program SHP, kali ini narasumber INDIRK.ID menjelaskan bagaimana konspirasi tersistem seolah – olah sudah sesuai Standar Operasional Prosedur ( SOP ).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Sebelum kita mengirim timah ke Wasre terlebih dahulu harus kantongi Surat Pengiriman ( SP ) dikeluarkan pengawas tambang dari perusahaan plat merah. SP ini tidak gratis walaupun secara aturan tidak diperjualbelikan, namun harus diingatkan tanpa SP kita tidak bisa ngirim timah campur tailing itu. Harga SP relatif tergantung komunikasi berkisar antara RP. 2.000.000 – RP 5.000.000 satu kali kirim, kenapa para pemain timah SHP kala itu berani beli SP ? Karena keuntungan satu jumbo bag timah campur tailing rentang waktu 2017 – 2019 disinyalir tembus RP. 50.000.000 hingga RP. 60.000.000/ jumbo bag, disini keuangan negara melalui perusahaan plat merah sangat dirugikan,” jelas narasumber Senin ( 22/12/2025).

    Lantas bagaimana konspirasi tersistem itu bisa dimainkan, Sehingga ratusan ton timah campur tailing bisa lolos di bagian sampling setiap hari ? Menurut narasumber adanya kerja sama antara pemain timah SHP dan petugas internal perusahaan plat merah.

    “Saat biji timah SHP itu mau dikirim ke Wasre terlebih dahulu terjalin komunikasi antara pemain timah SHP dengan petugas colok ( sampling) dan Laboratorium . Biasanya pemain sudah memberikan informasi kepada petugas colok posisi yang harus dicolok dalam jumbo bag. Kenapa demikian, karena pada titik yang disampaikan itu lah di letak timah kadar tinggi Sehingga nantinya saat di laboratorium hasilnya sesuai standar SHP. Misalnya posisi colok dibagian atas, tengah, samping dan bawah jumbo bag. Dapat dipastikan petugas colok hanya mengambil sampling satu kali sesuai titik disampaikan pengirim barang dan tidak semua sisi jumbo bag diambil samplingnya. Coba kita jual timah ke kolektor, semua sisi bagian karung akan dicolok untuk mengetahui apakah ada campuran tailing,” ujar narasumber.

    Muncul pertanyaan kenapa petugas colok mau melakukan hal seperti diatas? semua ada pemicu, tentunya tidak gratis aroma fee sangat kental apa bila timah kadar rendah itu lolos dari sistem sampling.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Sampel timah SHP biasanya dibagi Empat , 2 untuk internal perusahaan, 2 untuk pengirim barang . Kalau publik bertanya kenapa petugas colok mau melakukan arahan dari pemain timah SHP? Semua tidak gratis disinyalir sudah ada kesepakatan imbalan berupa fee. Apakah hanya petugas colok yang bermain tentu tidak, bagian lain berpotensi ikut juga semua sudah tersistem. Rangkaian sampling nya kalau timah SHP dalam jumbo bag sudah diambil, selanjutnya dibawa ke laboratorium,” terang narasumber.

    Bagaimana selanjutnya konspirasi sampling timah SHP hasil colok masuk ke laboratorium ? akan disampaikan INTRIK.ID, pada Bongkar Skandal Jilid Tiga Program SHP berikutnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Damkar Bangka Tertipu, Zalfika Ingatkan UU ITE

    Damkar Bangka Tertipu, Zalfika Ingatkan UU ITE

    PNS Bangka Tengah Rudapaksa Anaknya Sendiri

    PNS Bangka Tengah Rudapaksa Anaknya Sendiri

    Jasad Aditya Ditemukan Mengapung 50 Meter dari Lokasi Kejadian

    Jasad Aditya Ditemukan Mengapung 50 Meter dari Lokasi Kejadian

    Usai Ujian, Mahasiswa Polman Bangka Belitung Tenggelam di Pantai Teluk Uber

    Usai Ujian, Mahasiswa Polman Bangka Belitung Tenggelam di Pantai Teluk Uber

    Bongkar Skandal Jilid Empat ! Ada Upeti Terselubung Saat Pencairan Timah Program SHP

    Bongkar Skandal Jilid Empat ! Ada Upeti Terselubung Saat Pencairan Timah Program SHP

    Tim Turunkan Perahu Karet untuk Evakuasi Pelajar

    Tim Turunkan Perahu Karet untuk Evakuasi Pelajar

      Ikuti kami di Facebook