
Setelah mempelajari berbagai referensi, Roteni mulai bereksperimen mengolah daun sirih menjadi sabun cuci piring alami. Selama hampir empat bulan, ia melakukan berbagai uji coba untuk mendapatkan formulasi yang tepat, mulai dari tingkat kekentalan, daya bersih, hingga tingkat keasaman (pH) agar aman digunakan.
“Banyak daun sirih di kebun KWT yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Saya berpikir bagaimana tanaman ini bisa memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Akhirnya saya mencoba membuat sabun cuci piring berbahan daun sirih,” katanya.
Selain memanfaatkan kandungan antibakteri alami pada daun sirih, ia juga menambahkan ekstrak jeruk nipis untuk memberikan aroma yang lebih segar.
Produk Bunda Fresh kini tersedia dalam berbagai ukuran kemasan, mulai dari 250 mililiter hingga jeriken 5 liter, menyesuaikan kebutuhan rumah tangga maupun usaha.
Menurut Roteni, biaya dan proses administrasi menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kecil dalam mengurus legalitas produk.
Karena itu, bantuan pendampingan yang diberikan PT Timah dinilai sangat membantu percepatan pengurusan izin usaha.
“PT Timah membantu biaya pengurusan sertifikat halal, izin edar, sampai Hak Kekayaan Intelektual. Saya merasa benar-benar didampingi dan dibina sehingga prosesnya lebih cepat. Ini sangat membantu kami dan manfaatnya benar-benar kami rasakan,” ungkapnya.
Setelah mengantongi legalitas, Roteni mulai menyusun strategi untuk memperluas pemasaran ke supermarket, minimarket, dan toko modern.