Scroll untuk baca artikel
Bangka Tengah

Banyak yang Rusak dan Kedaluwarsa, Stok Vaksin Covid-19 di Bangka Tengah Tinggal 13 Dosis

314
×

Banyak yang Rusak dan Kedaluwarsa, Stok Vaksin Covid-19 di Bangka Tengah Tinggal 13 Dosis

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20201001 090326357 1
Foto: Net

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Stok vaksin Covid-19 di Bangka Tengah hanya tinggal 13 dosis saja. Sedikitnya stok tersebut disebabkan banyaknya vaksin yang kedaluwarsa dan rusak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Mukhrim mengungkapkan, jumlah vaksin yang tersedia saat ini adalah vaksin jenis Coronavac (Sinovac).

“Vaksin kita ini juga akan segera expired (kadaluarsa-red) pada tanggal 20 Oktober nanti,” ucap Mukhrim kepada intrik.id, Senin (17/10/2022).

Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Dinkes Bangka Tengah, diketahui ada sebanyak 991 dosis vaksin dari berbagai jenis yang rusak.

Baca juga: Tak Vaksin Booster, TPP dan Gaji Pegawai Pemkab Bangka Ditahan

Sementara jumlah vaksin kadaluarsa justru lebih banyak yakni sekitar 9.725 dosis dengan rincian yang paling banyak adalah jenis Sinovac.

Mukhrim berkata, kebanyakan vaksin tersebut sudah ada sejak tahun 2021 lalu dan saat itu masih banyak masyarakat yang menolak untuk divaksin.

“Sampai saat ini pun sebenarnya masih ada beberapa masyarakat yang menolak divaksin, makanya banyak yang kadaluarsa,” jelasnya.

Kata dia, vaksin yang sudah terlanjur kadaluarsa tersebut akan dikumpulkan dan dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

“Kemungkinan nanti akan dimusnahkan, tapi kami masih menunggu teknisnya seperti apa dari pemerintah pusat,” sambung dia.

Mukhrim berujar, beberapa hari terakhir pihaknya sering mendapatkan laporan dari masyarakat yang kesulitan mendapatkan vaksin, khusunya vaksin booster untuk keperluan bepergian.

Hal ini pun membuat dirinya kebingungan lantaran kekosongan vaksin tersebut terjadi secara merata di seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bangka Belitung.

“Ini lah kadang-kadang yang menjadi kendala, dulu waktu kami gencar mengajak untuk divaksin, banyak yang enggak mau. Sekarang giliran barangnya (vaksin-red) enggak ada, baru banyak yang nyari,” ujarnya.

Diakuinya, saat ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, pengadaan stok vaksin langsung dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah dan pemerintah provinsi hanya mendapatkan distribusi langsung dari pemerintah pusat dan saat ini kami belum dapat bocoran kapan pengadaan vaksin covid-19 akan kembali dilakukan,” jelasnya.

Pasalnya menurut Mukhrim, kelangkaan vaksin covid-19 ini terjadi secara universal di seluruh Indonesia.(Erwin)