
Intrik.id – Seiring kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, Kementerian Luar Negeri turut memberikan perlindungan pada WNI dengan aplikasi Safe Travel. Platform ini meluncur secara resmi pada puncak acara The Safe Travel Festival di Jakarta pada 14 April 2018. Secara resmi, Safe Travel berbasis multi-platform digunakan sebagai media perlindungan, sehingga “negara hadir dalam genggaman”. Hal tersebut memberikan rasa aman kepada para WNI yang berada di luar negeri.
Baca juga: Google Hapus Aplikasi Cuaca Android, Perkuat Google Search sebagai Pusat Informasi
Seperti yang kita tahu, selama ini banyak kasus pelanggaran yang kerap menimpa warga negara Indonesia atau WNI. Terkadang, baik TKI, pelajar maupun WNI di luar negeri harus menghadapi berbagai masalah yang cukup serius. Bahkan, tercatat ada ribuan kasus tentang WNI yang terjadi di setiap tahunnya.
Nah, sebagai bentuk perlindungan terhadap WNI di luar negeri, pemerintah kemudian memanfaatkan perkembangan teknologi terkini. Pemerintah meluncurkan Safe Travel sebagai aplikasi yang bisa memberikan perlindungan terhadap berbagai masalah ketika bepergian ke luar negeri.
Pemerintah menggunakan konsep perjalanan luar negeri aman dan fun pada Safe Travel. Lewat aplikasi ini, pemerintah akan memantau keamanan sekaligus memberikan perlindungan terbaik kepada para WNI. Aplikasi ini sudah dilengkapi dengan berbagai fitur terbaik yang berguna untuk memandu warna Indonesia yang melancong ke berbagai negara.
Berikut deretan fitur menarik yang tersemat pada aplikasi Safe Travel.
Baca juga: Cara Menghilangkan Objek di Foto HP Android Tanpa Perlu Unduh Aplikasi Tambahan
Fitur keamanan pada Safe Travel akan memberikan peringatan khusus terhadap negara yang akan dikunjungi. Jika fitur mengindikasikan warna hijau, berarti negara tersebut aman. Jika kuning berarti negara tujuan berstatus waspada. Nah, jika orange berarti berbahaya dan merah artinya tidak boleh dikunjungi.
Jika terjadi suatu masalah di luar negeri, WNI bisa langsung memberikan laporan perjalanannya kepada perwakilan RI di negara terkait. Tujuannya adalah meminta pertolongan dan bantuan secara cepat.
Dalam kondisi bahaya, aplikasi Safe Travel juga menawarkan tombol darurat khusus. Tombol ini berguna untuk menghubungi perwakilan RI, mengirimkan informasi foto dan video kejadian hingga mengirimkan lokasi terkini dari WNI tersebut. Di dalam aplikasi, pengguna juga bisa melihat informasi mengenai posisi perwakilan RI terdekat dari tempat WNI berada.
Sebenarnya, gagasan peluncuran Safe Travel terinspirasi dari bencana gempa bumi yang sebelumnya pernah melanda Nepal pada 2015 silam. Dengan aplikasi ini, WNI tidak akan kehilangan kontak dengan pemerintah. Di samping itu, pemerintah juga bisa memantau keamanan warga negaranya di setiap penjuru dunia.
Selain Safe Travel, pemerintah juga meluncurkan situs perlindungan lain terhadap WNI. Masyarakat bisa mengakses situs ini di www.peduliwni.kemlu.go.id. Situs peduli WNI tersebut lebih mengutamakan security, sehingga tak memiliki versi mobile-nya. Sementara itu, Safe Travel lebih menonjolkan unsur fun dan bisa diunggah pada Android agar mudah diakses oleh pelancong dari Indonesia.
Sebagai informasi, akses situs portal peduli WNI paling nyaman menggunakan komputer. Sebab, portal ini memiliki format web-based. Berbagai fitur di dalamnya bisa diakses secara optimal melalui desktop, sehingga proses pengisian data maupun pengunggahan dokumen lebih mudah dan lancar.
Sebagai informasi, aplikasi Safe Travel juga memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan kepada WNI lain di sekitar negara yang mereka kunjungi. Dengan demikian, mereka bisa berbagi pengalaman terkait kunjungan secara lebih personal. Menariknya, jika selalu menggunakan aplikasi Safe Travel sekaligus mencantumkan negara tujuan ketika bepergian, platform akan memberikan penghargaan sebagai tanda loyalitas.