
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) sudah antisipasi kemarau agar produksi pertanian tetap berjalan baik di Bangka Tengah ini.
Hal itu dilakukan mengingat adanya surat Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: B-73/TI.050/M.03/2026 tentang Antisipasi Dampak Kemarau terhadap Produksi Pertanian. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa musim kemarau 2026 berpotensi menimbulkan kekeringan sehingga diperlukan langkah strategis untuk menjaga produksi pangan nasional dan diperlukan langkah-langkah strategis.
“Kita sudah berdiskusi terkait surat dari Menteri Pertanian, Bapak Amran, bahwa kita semua harus mengantisipasi perkembangan kondisi cuaca. Kita melihat pola curah hujan ini semakin ke depan mulai sedikit sehingga puncaknya di bulan Agustus nanti, itu kita akan mengalami kemarau yang cukup panjang,” jelas Bupati Bangka Tengah Algafrt Rahman di Koba, Selasa (31/3/2026).
Ia juga mengatakan, fokus utama pengawasan berada pada wilayah persawahan di Namang dan Belilik yang merupakan sentra produksi padi di Kabupaten Bangka Tengah di mana ketersediaan air menjadi faktor penting yang harus dijaga agar produksi padi tetap optimal.
“Kita sudah mulai memitigasi bagaimana para petani kita, khususnya yang memiliki sawah di Namang dan Belilik yang memerlukan pengawasan terhadap pengairannya. Tadi juga bersama teman-teman dari DPUTRP Bangka Tengah kita melakukan langkah antisipasi, bahkan bila perlu kita bekerja sama dengan satker BWS untuk membuat jalur irigasi air tanah agar bisa berfungsi dengan baik,” jelasnya.
Selain penguatan infrastruktur pengairan, Bupati Bangka Tengah juga menginstruksikan percepatan pola tanam kepada para petani agar masa tanam dapat berlangsung sebelum periode kemarau mencapai puncaknya.
“Kita sudah menginstruksikan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan agar segera menyampaikan kepada seluruh petani untuk mempercepat pola tanam. Kemarin Namang sudah panen, jadi kita harapkan di bulan April ini segera dilakukan penanaman kembali,” tukasnya.