Analisis Kritis Manajemen Biaya dan Keberlanjutan Usaha pada UMKM Bakso & Mie Ayam Mas Blankon Pasca Pandemi.

    Caption: Tim Penulis Opini

    Margin keuntungan per sajian masih sekitar 25-30%, tetapi profitabilitas bisnis mungkin akan terpengaruh di masa mendatang oleh meningkatnya biaya operasional. Kekhawatiran lain yang ditemukan adalah pemborosan bahan baku. Pemilik bisnis pernah merugi ketika sekitar 6 kg adonan bakso terbuang sia-sia karena freezer rusak dan adonan menjadi busuk.

    Selain itu, terkadang terdapat sejumlah besar bahan baku yang tidak terpakai dan terbuang karena tingkat produksi tidak sesuai dengan permintaan konsumen. Dalam kelompok kami, kami percaya bahwa keadaan ini menunjukkan perlunya memperkuat manajemen persediaan dan perencanaan produksi untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan biaya produksi.
    Elemen lain yang memengaruhi keberlanjutan kegiatan perusahaan adalah ketergantungan yang berlebihan pada satu segmen pasar. Sekitar 75 persen

    Pelanggan Bakso & Mi Ayam Mas Blankon adalah mahasiswa. Ini bagus selama jam sekolah normal, tetapi menjadi bahaya selama liburan semester ketika penjualan menurun. Oleh karena itu, perusahaan harus memperluas target pasarnya untuk meminimalkan ketergantungan hanya pada satu kelompok konsumen.

    Selain biaya, menurut kelompok kami, masih ada ruang untuk pengembangan dalam aspek eksternal bisnis. Banner yang ada saat ini sudah usang dan tidak menarik. Selain itu, lokasi stan berada agak jauh dari jalan utama, sehingga kurang terlihat oleh pengguna jalan. Perusahaan kami merasa bahwa spanduk dapat dibuat lebih menarik dengan menggunakan ukuran yang lebih besar dan warna yang lebih berani untuk meningkatkan visibilitas bisnis. Untuk membantu orang menemukan toko Anda dengan lebih mudah, Anda juga dapat memasang lebih banyak rambu atau spanduk di pinggir jalan.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook