
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Arsip Dinamis dan Penyusutan Arsip serta sosialisasi Instrumen Pengawasan Kearsipan Internal dan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA), Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Diklat BKPSDMD Bangka Tengah ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dalam bidang kearsipan, khususnya terkait pengelolaan arsip dinamis dan pelaksanaan penyusutan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menegaskan bahwa arsip merupakan salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan tertib administrasi.
Menurutnya, dalam tata kelola pemerintahan modern, arsip tidak lagi dipandang sebagai dokumen statis semata, tetapi memiliki peran strategis sebagai sumber informasi, alat bukti hukum yang sah, serta memori kolektif organisasi yang memiliki nilai guna berkelanjutan.
“Pengelolaan arsip dinamis yang baik menjadi kunci dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Arsip yang tertata dengan baik akan memudahkan pengambilan keputusan, mempercepat akses informasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyusutan arsip sebagai bagian dari siklus pengelolaan arsip yang bertujuan mengurangi volume arsip sekaligus menjamin efisiensi ruang penyimpanan.
Selain itu, penyusutan arsip memastikan bahwa dokumen yang disimpan benar-benar memiliki nilai guna administratif, hukum, maupun historis.
“Penyusutan arsip harus dilaksanakan secara tepat dengan melihat jadwal retensi arsip sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.
Bupati 2 periode itu juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk mendukung secara nyata Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA).
Ia menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi harus menjadi budaya kerja dalam setiap proses administrasi di lingkungan pemerintahan.
“Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memastikan implementasi kebijakan kearsipan berjalan optimal di setiap perangkat daerah,” katanya.
Ia berharap melalui kegiatan ini para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mampu menerapkan hasil bimbingan teknis secara nyata dalam pengelolaan arsip dan penyelenggaraan administrasi pemerintahan.