277 Karhutla di Mentok, 332 Hektare Lahan Terdampak dan Armada Damkar Pemkab Rusak

    INTRIK.ID, BANGKA BARAT — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, dihadapkan pada keterbatasan armada. Hingga kini tercatat 277 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak sekitar 332,2 hektare, sementara kendaraan pemadam kebakaran milik pemerintah daerah mengalami kerusakan akibat terbakar.

    Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla membutuhkan dukungan lintas sektor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat menggandeng TNI, Polri, PT Timah dan unsur terkait lainnya untuk memperkuat respons di lapangan.

    Kepala BPBD Bangka Barat Safrizal mengatakan musim kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah turut meningkatkan risiko kebakaran.

    “Namun kami tidak putus asa dengan kondisi tersebut. Kami melakukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait. Khususnya di Kecamatan Mentok, kami bersinergi dengan Kodim 0431, kepolisian dan PT Timah dalam rangka menanggulangi karhutla,” katanya.

    Menurut Safrizal, dukungan PT Timah membantu BPBD ketika menghadapi keterbatasan sarana dan luasnya area kebakaran.

    “Kami bersyukur PT Timah tanggap dalam memberikan dukungan dan sangat responsif. Saat BPBD kewalahan karena keterbatasan sarana dan prasarana, kami tinggal menghubungi dan PT Timah langsung merespons dengan cepat serta turun ke lapangan,” ujarnya.

    PT Timah kemudian mengerahkan armada pemadam kebakaran dan tim rescue ke sejumlah lokasi untuk membantu proses pemadaman bersama BPBD dan unsur terkait.

    Dukungan tersebut juga dirasakan di Kelurahan Sungai Baru. Lurah Sungai Baru Sudirma mengatakan beberapa titik karhutla di wilayahnya turut ditangani tim pemadam kebakaran PT Timah.

    “Ada beberapa titik di wilayah Kelurahan Sungai Baru yang mengalami kebakaran hutan dan lahan dan dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran PT Timah. Kami mengapresiasi PT Timah,” katanya.

    Safrizal berharap kolaborasi tidak berhenti pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi diperkuat pada tahap mitigasi dan pencegahan.

    “Kami berharap kepada PT Timah dan juga pihak-pihak lain, mari kita terus bekerja sama, mulai dari mitigasi, pencegahan maupun penanganan pascabencana,” katanya.

    Ia menambahkan, PT Timah sebelumnya juga memberikan dukungan dalam penanganan sejumlah bencana lain, termasuk banjir dan angin puting beliung.

    Dengan 277 kejadian karhutla dan lebih dari 332 hektare lahan terdampak, penguatan pencegahan menjadi tantangan berikutnya bagi Bangka Barat, terutama di tengah keterbatasan sarana pemadaman yang dimiliki pemerintah daerah.(*)

    Sumber: PT Timah Tbk

      Ikuti kami di Facebook