
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Persoalan ketepatan data penerima bantuan sosial (bansos) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Bangka Tengah. Sebanyak 1.094 warga yang dinilai layak menerima bantuan oleh pemerintah desa terindikasi mengalami persoalan klasifikasi desil atau belum tercatat dalam Data Terpadu Sosio-Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ketua DPC APDESI Bangka Tengah, Yani Basaroni atau yang akrab disapa Roni, membawa persoalan tersebut ke Bappenas RI di Jakarta, Jumat (23/10/2026), bersama sejumlah pihak yang mengawal aspirasi pemerintah desa.
Menurut Roni, warga yang masuk dalam data anomali tersebut terdiri dari kelompok rentan, mulai dari lanjut usia (lansia), janda, kepala keluarga yang sedang sakit, penyandang disabilitas, hingga masyarakat dengan kondisi ekonomi yang dinilai sangat membutuhkan bantuan.
“Ada 1.094 jiwa yang menurut Pemerintahan Desa se-Bangka Tengah sangat layak mendapatkan bantuan sosial. Mereka terdiri dari lansia, janda, kepala keluarga yang sedang sakit, penyandang disabilitas, hingga warga yang secara ekonomi sangat rentan,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Data itu dihimpun dari 32 desa di Kabupaten Bangka Tengah. Roni menyebut, sebagian warga tercatat berada pada desil 6 hingga 10, sedangkan sebagian lainnya masuk kategori desil nol atau belum memiliki klasifikasi desil dalam data yang digunakan.