
INTRIK.ID — Indonesia memiliki kekayaan timah yang besar, tetapi belum mampu menentukan harga komoditas tersebut di pasar dunia. Ironi inilah yang disoroti Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.
Yusril menilai, Indonesia harus berbenah jika ingin menjadi pemain utama dalam perdagangan timah global. Bukan sekadar menggali dan menjual hasil tambang, pemerintah harus mampu mengendalikan tata niaga, menekan penyelundupan, hingga memperkuat posisi Indonesia dalam menentukan harga.
Pernyataan itu disampaikan Yusril saat menyoroti persoalan pertimahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, daerah yang selama ini menjadi pusat produksi timah nasional.
“Sebagai produsen, kita harus menentukan harga timah dunia, jangan dipermainkan oleh orang lain,” tegas Yusril.
Menurut dia, kekayaan timah Indonesia belum dikelola secara optimal. Padahal, komoditas tersebut memiliki nilai strategis, terlebih karena timah juga ditemukan bersama mineral lain yang berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan.