
“Karena langsung nyelonong, warga langsung lapor ke Kades, Kades lapor ke polisi Airud dan bupati. Tidak lama ada empat speedboat dari polairud Sungaiselan kesana dan menghentikan kegiatan tersebut, ” ungkapnya.
Ia mengatakan beberapa pekerja dibawa oleh polisi untuk dimintai keterangan. Bahkan aktivitas tersebut juga dihentikan oleh pihak keamanan.
“Semalam kami bubar jam 2 dinihari dan diamankan 4 orang yakni kapten dan juga ABK dibawa ke polda untuk dimintai keterangan dan kami masyarakat masih menunggu hasil pemeriksaan,” lanjutnya.