WNA Ambil Bangkai Kapal Berusia Puluhan Tahun di Tanjung Pura, Warga Bereaksi

    Foto: Bangkai kapal yang dipotong oleh sekelompok orang. (Ist)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Warga Desa Tanjung Pura, Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah terlibat adu mulut dengan Warga Negara Asing (WNA). Kegaduhan tersebut disebabkan adanya aktivitas pemotongan bangkai kapal oleh sekelompok orang, Senin (28/8/2023).

    Warga Tanjung Pura, Taufik mengatakan bangkai kapal yang tenggelam sejak 1942 tahun tersebut merupakan daerah pemancik dan tempat nelayan mencari ikan karena sudah menjadi terumbu karang.

    “Bangkai kapal itu sudah 81 tahun disitu dan memang jadi tempat nelayan Tanjung Pura nyari makan. Tiba-tiba ada yang nyelonong maungambil, pasti bikin warga gaduh dan geram,” ucap Taufik salah satu warga yang juga PSM Tanjung Pura kepada intrik.id, Senin (28/82/2023).

    Penyuluh Sosial Masyarakat (PSM) Tanjung Pura itu juga menegaskan tidak ada sosialisasi dari pihak manapun akan adanya aktivitas pengambilan besi kapal tersebut.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Mereka langsung nyelonong kerja sajadan memotong besi kapal disana. Untungnya warga tidak terpancing emosi namun tetap memantau perkembangan yang ada disana,” ujarnya.

    Taufik menyebutkan, jika ada warga negara asing dan juga warga negara Indonesia yang bekerja disana. Bahkan kapal tersebut tidak memiliki nomor lambung kapal dan punya bendera Indonesia.

    “Karena langsung nyelonong, warga langsung lapor ke Kades, Kades lapor ke polisi Airud dan bupati. Tidak lama ada empat speedboat dari polairud Sungaiselan kesana dan menghentikan kegiatan tersebut, ” ungkapnya.

    Ia mengatakan beberapa pekerja dibawa oleh polisi untuk dimintai keterangan. Bahkan aktivitas tersebut juga dihentikan oleh pihak keamanan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Semalam kami bubar jam 2 dinihari dan diamankan 4 orang yakni kapten dan juga ABK dibawa ke polda untuk dimintai keterangan dan kami masyarakat masih menunggu hasil pemeriksaan,” lanjutnya.

    “Itu tempat kami nyari makan, selama ini juga pemerintah aja membiarkan karena memang tempat makannya masyarakat dan juga daya tarik orang untuk ke Tanjung Pura. Kalau sampai diganggu wajar warga geram dan mengutuk hal tersebut, ” tutup Taufik.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Supir Tembak Jadi Pemicu Kemarahan Warga Perlang, PT PSM Didemo

    Supir Tembak Jadi Pemicu Kemarahan Warga Perlang, PT PSM Didemo

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot :  Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot : Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Pencarian Berakhir Nihil, Misteri Hilangnya Warga Desa Tugang Belum Terpecahkan

    Pencarian Berakhir Nihil, Misteri Hilangnya Warga Desa Tugang Belum Terpecahkan