
Ketua DPRD Bangka Tengah Batianus juga meminta warga bersabar sembari menunggu proses perbaikan data yang dilakukan pemerintah.
“Kami di DPRD sudah menerima banyak aduan. Mohon warga menunggu. Pemerintah sedang berupaya agar data yang tidak valid bisa diperbaiki,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Bangka Tengah menyebut terdapat lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK) di daerah tersebut yang mengalami kenaikan desil.
Menurutnya, proses penanganan masih dilakukan secara bertahap melalui para penyuluh. Warga juga disebut dapat melakukan perubahan data secara mandiri melalui kanal resmi DTSEN.
Namun, bagi sebagian warga, persoalan tidak selesai hanya dengan mengisi data secara daring.
Rian (36), warga Arung Dalam, mengaku telah mencoba membantu tetangganya melakukan pengisian data mandiri. Namun, hingga kini status desilnya disebut belum berubah.