
Menurutnya, Program proper menjadi paltform untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan berklanjutan mencegaha pencemaran dari aktivitas industri, sehingga badan usaha tidak hanya fokus pada keuntungan tapi juga mmeperhatikan lingkungan sosial baik fisik maupun sosial.
“Proper sepatutnya menjadi kompas yang mampu memandu praktik bisnis berkelanjutan dengan mengaplikasikan prinsip ekonomi hijau, bahkan mendorong capaian yang melebihi ketaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup,” katanya.
Wapres menyampaikan, dengan meningkatnya jumlah perusahaan yang mengikuti penilaian Proper dan peningkatkan yang meraihProper Emas dan Hijau bisa menjadi indikasi semakin banyak perusahaan yang menyadari peranan mereka dalam pengelolaan lingkungan.
“Mayoritas berada di level biru, tahun berikut saya berharap hijau dan emas. Perusahaan yang masih berada di level hitam dan merah melakukan akselarasi dalam meningkatkan tata kelola perusahaan dan memenuhi standar lingkungan yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan Proper megubah paradigma TJSL perusahaan bukan sekedar berbagi bantuan tapi juga beroerientasi pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.