
INTRIK.ID, BANGKA — Keluhan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Paruh Waktu di media sosial yang menyebut harus “makan batu” karena gaji belum dibayarkan mendapat respons dari Bupati Bangka Fery Insani.
Fery menyatakan pembayaran gaji tersebut diupayakan segera direalisasikan. Ia menyebut proses penyelesaian dokumen anggaran atau Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) baru saja rampung sehingga pembayaran baru dapat diproses.
“Insyaallah hari besok atau Senin sudah kita bayarkan, karena baru selesai DPA-nya, baru kita selesaikan,” ujar Fery, Kamis (29/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi jawaban atas keresahan pegawai yang sebelumnya ramai disuarakan melalui media sosial. Keluhan itu menggambarkan persoalan yang dirasakan pegawai ketika hak penghasilan mereka belum diterima sesuai harapan.
Fery juga menyampaikan bahwa kenaikan penghasilan sebesar Rp300 ribu per bulan akan tetap diupayakan berlanjut hingga tahun depan.
Namun, realisasi pembayaran gaji dan keberlanjutan kenaikan penghasilan tersebut masih perlu dikawal agar sesuai dengan komitmen pemerintah daerah.
Selain persoalan gaji PPPK, Fery mengungkapkan bahwa dirinya baru menerima laporan mengenai penghasilan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) yang disebut sebesar Rp250 ribu per bulan.
Ia mengaku tengah menghitung kemampuan keuangan daerah bersama Sekretaris Daerah untuk melihat kemungkinan peningkatan kesejahteraan para guru tersebut.
“Sedang saya hitung dengan Pak Sekda. Mudah-mudahan kita juga bisa membahagiakan mereka. Memang karena kondisi keuangan kita yang begini, maka pelan-pelan kita sesuaikan,” katanya.
Fery mengakui keterbatasan keuangan daerah menjadi tantangan dalam memenuhi berbagai kebutuhan belanja, termasuk peningkatan penghasilan pegawai dan tenaga pendidik.
Meski demikian, ia berharap kondisi keuangan Kabupaten Bangka pada 2027 akan membaik sehingga pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai sekaligus mempercepat pembangunan.
Fery juga menyinggung potensi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), salah satunya melalui aktivitas industri yang beroperasi di Kabupaten Bangka.
Ia menilai keberadaan pabrik tidak serta-merta berarti tidak memberikan kontribusi bagi daerah. Menurutnya, aktivitas industri yang menggunakan listrik juga berpotensi memberikan penerimaan kepada pemerintah daerah melalui pajak barang dan jasa tertentu atas tenaga listrik, sesuai ketentuan yang berlaku.
Peningkatan PAD tersebut diharapkan membantu memperkuat kemampuan keuangan daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
Di sisi pembangunan infrastruktur, Fery menyebut perbaikan jalan desa telah dilakukan di sejumlah kecamatan, di antaranya Mendobarat, Merawang, Puding, Bakam, Pemali, dan Belinyu. Pemerintah daerah juga berupaya memperbaiki sejumlah ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat.
Ia turut menyinggung rencana pembenahan kawasan perkotaan, termasuk pasar kuliner dan Pasar Kepiang, serta penataan lokasi pedagang.
Fery berharap perbaikan kondisi keuangan daerah pada 2027 dapat membuat pembangunan semakin dirasakan masyarakat dan kesejahteraan pegawai menjadi lebih baik.
“Insyaallah tahun 2027 itu lebih baik. Mudah-mudahan keuangan kita lebih baik, pegawai pun lebih adem dan pembangunan lebih terasa,” ujarnya.
Meski optimistis, realisasi berbagai rencana tersebut akan bergantung pada kemampuan keuangan daerah dan pelaksanaan program yang telah direncanakan.
Bagi PPPK yang menunggu pembayaran gaji, kepastian waktu pencairan menjadi hal yang paling mendesak. Sementara bagi guru PAUD, harapan peningkatan penghasilan masih menunggu hasil perhitungan kemampuan anggaran pemerintah daerah.