Scroll untuk baca artikel
Ekonomi/Bisnis

Usaha Turun Temurun Dewi Meningkat Tiga Kali Lipat

317
×

Usaha Turun Temurun Dewi Meningkat Tiga Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
65445c35e85e3

INTRIK.ID, BABEL — Dewi tetap bertahan menjalankan usaha perebusan ikan asin. Usaha turn temurun sejak 30 tahun itu terus dikembangkannya melihat bahan baku yang cukup banyak di tempat tinggalnya di Dusun Pantai, Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah.

Ia mengatakan mengembangkan warisan usaha keluarganya tersebut tidaklah mudah. Awalnya ia hanya bisa memproduksi ikan asin dengan 10 keranjang per hari karena keterbatasan modal.

Namun kini ia bisa meningkatkan jumlahnya menjadi 30 keranjang dengan pinjaman dari PT Timah melalui pogram Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) sehingga meningkatkan omset penjualannya.

“Awalnya untuk bahan baku kami agak terbatas karena modal yang terbatas paling cuma 10 keranjang per hari. Tapi setelah mendapatkan pinjaman modal dari PT Timah Tbk bisa mendapatkan bahan baku 30 keranjang,” ucap Dewi beberapa waktu lalu.

Saat ini kata Dewi, mereka bisa memproduksi sebanyak 800kg hingga 1 ton ikan basah perharinya untuk dijadikan ikan asin.

“Ini tentunya juga berdampak positif juga untuk omset kami, dalam satu hari kami bisa mengolah 800 kg hingga 1 ton ikan basah untuk jadi ikan asin,” ujar Dewi.

Meski memproduksi dalam skala besar, Ia tak pernah kesulitan untuk memasarkan produknya. Karena memang kebutuhan masyarakat untuk ikan asin cukup tinggi. Kendati demikian mereka juga memiliki tantangan terhadap cuaca, jika memasuki musim hujan mereka tidak bisa produksi karena pengeringan ikan asin masih mengandalkan sinar matahari.

“Kalau kendala sih boleh dikatakan tidak ada, kecuali hujan. Sebab jika tidak ada matahari kami tidak bisa mengeringkan ikan asin. Kalau seharian tidak dikeringkan ikannya akan rusak. Kalau sudah rusak biasanya dijual ke para peternak untuk dijadikan pakan ternaknya,” katanya.

Ia memproduksi berbagai jenis ikan asin seperti ikan teri, ikan ciw bangka, tambang dan ikan laysi. Dirinya belum merambah ke jenis ikan lainnya karena masih mengalami kendala dalam pengolahannya.

“Sementara, untuk jenis ikan yang paling diminati yakni jenis ikan asin teri,” kata Dewi.

Dewi menyebutkan, banyak kemajuan usaha yang dijalaninya setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk, dengan pinjaman modal ini produksinya meningkat sehingga dirinya juga bisa menambah tenaga kerja yang merupakan warga sekitar.

“Terima kasih PT Timah telah membantu modal untuk kami, sebab dengan adanya bantuan modal tersebut kami dapat meningkatkan jumlah produksi ikan asin, selain itu juga kami bisa mempekerjakan masyarakat sekitar dalam proses produksi,” ujarnya. (*)

Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas