
Perbedaan tersebut menegaskan bahwa kualitas udara bersifat dinamis. Udara yang tergolong baik pada satu periode tetap perlu dipantau, terutama ketika risiko kebakaran dan kabut asap meningkat.
Kepala DLH Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengatakan pemantauan melalui SPKUA dilakukan untuk mengetahui perubahan kualitas udara secara real-time dan memitigasi dampak asap karhutla.
DLH juga mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan dan warga yang memiliki gangguan saluran pernapasan, agar berhati-hati ketika kondisi udara memburuk.
Pangkalpinang punya alasan untuk berbangga ketika hasil pemantauan menempatkannya di posisi teratas. Namun, mempertahankan kualitas udara yang baik merupakan pekerjaan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar angka rendah dalam satu kali pengukuran.
Pencegahan karhutla, pengendalian emisi, perlindungan ruang terbuka hijau, serta kebiasaan tidak membakar sampah menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas lingkungan.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa rendah ISPU pada pagi atau sore tertentu, melainkan seberapa konsisten udara tetap bersih ketika aktivitas kota meningkat dan musim kemarau datang.