Transformasi Ekonomi Bangka Belitung

    Caption: Arief

    Oleh: Arief Setyowidodo

    Ekonom Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kep. Bangka Belitung

    Perekonomian Bangka Belitung masih menghadapi tantangan besar. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung tahun 2024 sebesar 0,77 persen, sekaligus menjadi yang terendah dalam lebih dari 10 tahun terakhir (diluar periode Covid-19). Permasalahan tata niaga timah yang terus bergulir, disinyalir menjadi penyebab utama rapor merah tersebut. Hal ini terkonfirmasi dari kinerja Lapangan Usaha (LU) Pertambangan Penggalian dan Industri Pengolahan yang masing-masing terkontraksi 4,00 persen dan 3,93 persen.

    Realisasi pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung yang melambat, sebenarnya telah diperkirakan sebelumnya. Betapa tidak, timah telah menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat Bangka Belitung. BPS mencatat sebanyak 117 ribu tenaga kerja atau 15,30 persen dari total tenaga kerja Bangka Belitung, menggantungkan hidupnya dari komoditas timah. Praktis saat LU utama masyarakat terganggu, maka ekonomi secara keseluruhan akan terbelenggu.

    Guna merespon tantangan tersebut, transformasi ekonomi dapat menjadi solusi. Berbagai langkah mendorong sumber perekonomian baru menjadi strategis sebagai penyeimbang lemahnya kinerja LU Pertambangan Penggalian. Sumber pertumbuhan ekonomi baru tersebut juga perlu difokuskan kepada sektor terbarukan, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook