Ternyata Gedung Perpustakaan Bangka Tengah Selama Ini Peninggalan Zaman Belanda

    Foto: Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman. (Erwin)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Minat baca di Bangka Tengah masuk dalam kategori rendah. Hasil survey yang dilakukan Dinas Kearsipan bersama Badan Pusat Statistik, minat baca di Negeri Selawang Segantang itu hanya 39,61 persen.

    Dari survey tersebut juga masyarakat malas membaca karena kurangnya fasilitas yang memadai dan sedikitnya ketersediaan buku.

    Berdasarkan data tersebut, pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berinisiatif membangun perpustakaan daerah dengan fasilitas yang memadai setinggi empat lantai.

    Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan gedung perpustakaan hanya dikunjungi segelintir masyarakat saja karena fasilitas yang belum sesuai standar gedung perpustakaan yang seharusnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kalau mau tingkatkan minat baca, kita harus sediakan tempat yang representatif dan nyaman serta fasilitas yang nyaman, agar masyarakat betah berlama-lama di gedung perpustakaan,” ucap Algafry kepada intrik.id, Selasa (23/5/2023).

    Ia mengakui selama ini perpustakaan daerah sebelumnya kurang memadai dimana merupakan gedung peninggalan zaman belanda.

    “Kalau fasilitas kurang, buku juga kurang, orang juga agak kurang mau ke perpustakaan. Tapi kalau bagus, ya orang bukan hanya membaca, tapi bisa bermain dan berlibur di perpustakaan,” ungkap Algafry.

    Untuk itu, ia menyambut gembira adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan ke Bangka Tengah melalui perpustakaan nasional untuk membangun gedung perpustakaan 4 lantai yang akan dibangun di lahan ex PT. Kobatin.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “InsyaAllah, gedung inilah yang akan menjadi pemicu masyarakat kita agar gemar membaca dan ke perpustakaan dengan semua fasilitas termasuk ruang khusus difabel, ” ujar Algafry.

    Algafry mengungkapkan, jika gedung perpustakaan ini selesai makan gedung lama akan dibuat semacam galeri museum yang menceritakan tentang sejarah yang ada di Bangka Tengah ini.

    “Gedung lama memang bukan perpustakaan, tapi kita sulap jadi perpustakaan. Itu kan heritage nya kita. Jadi wajar saja kita perlu gedung perpustakaan yang sebenarnya, ” ujarnya.

    “Kalau gedung ini sudah ada, kita akan buat banyak event dan juga taman bermain agar masyarakat lebih senang datang ke perpustakaan, ” tutup Algafry.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Gas 3 Kg Langka, Tina dan Putri Terpaksa Harus Pinjam ke Tetangga

    Gas 3 Kg Langka, Tina dan Putri Terpaksa Harus Pinjam ke Tetangga

    Warga Kurau Terima Ratusan Sertifikat Gratis dan Puluhan Rumah Swadaya

    Warga Kurau Terima Ratusan Sertifikat Gratis dan Puluhan Rumah Swadaya

    Polres Bateng Akan Panggil dan Periksa Ac Terkait Tambang di Komplek Pemda

    Polres Bateng Akan Panggil dan Periksa Ac Terkait Tambang di Komplek Pemda

    Pemindahan Meteran Listrik Tak Kunjung Selesai, Kepala PLN Koba Minta Maaf

    Pemindahan Meteran Listrik Tak Kunjung Selesai, Kepala PLN Koba Minta Maaf

    Kades Kecam PLN ULP Koba, Pergeseran KWh Meter Warganya Tak Kunjung Selesai

    Kades Kecam PLN ULP Koba, Pergeseran KWh Meter Warganya Tak Kunjung Selesai

    Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Bangka Tengah Naik, Wiwik: Lihat Sisi Positifnya

    Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Bangka Tengah Naik, Wiwik: Lihat Sisi Positifnya

      Ikuti kami di Facebook