
“Kalau gak salah sudah dari minggu tadi operasi lagi. Terus juga dari yang saya tahu pemilik pontonya orang Pangkalpinang, Toboali dan bukan orang Koba atau Bangka Tengah, ” tuturnya.
Syahroni menegaskan, kegiatan apapun yang ilegal tidak bisa di normalisasi apapun alasannya karena akan merugikan negara dan masyarakat terutama sekitaran daerah tersebut.
“Kita dari kecil diajarkan patuh terhadap peraturan, semua harus sesuai aturan apapun yang dikerjakan di Indonesia ini. Ini malah ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bisa bertahan lama melakukan tindakan ilegal. Kan aneh. Alasan karena perut dan apalah. Kalau gitu siapapun yang mencuri boleh tidak di tangkap karena alasan perut. Itu aturannya ada, pidana ada dan harusnya bisa ditegakan,” ungkapnya.