
“PT Timah juga seharusnya jaga aset mereka dengan baik karena wewenang mereka. Ini bisa jadi cikal bakal korupsi yang lebih besar jika dibiarkan begitu saja karena dampak lingkungan, kerugian negara dan lainnya serta sangat mengganggu kami warga Lingkar merbuk, kenari dan punguk ini,” tegas Syahroni.
Ia sendiri menolak keras adanya aktivitas tambang tersebut karena mengganggu warga sekitar.
“Saya ini warga asli sini dan warga yang berdampak langsung adanya aktivitas tambang ilegal di sekitar Merbuk, Punguk dan Kenari ini. Bunyinya mesin, orang nukul (palu) semuanya terdengar dan itu sangat mengganggu, ” ucapnya kepada intrik.id.
Syahroni menyebutkan, aktivitas tambang tersebut kembali beroperasi sejak hari minggu kemarin dan dikerjakan bahkan orang diluar dari Bangka Tengah.