
Kelompok tidak ingin berhenti pada penjualan buah segar. Untuk meningkatkan nilai tambah, mereka mulai mengolah nanas menjadi sejumlah produk seperti dodol nanas, wajik nanas dan selai nanas.
Pengembangan produk olahan tersebut dilakukan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT), sehingga manfaat ekonomi dari komoditas nanas dapat melibatkan lebih banyak masyarakat.
Bahkan, bagian yang sebelumnya dianggap limbah juga mulai dimanfaatkan. Kulit nanas dicoba diolah melalui proses fermentasi untuk dijadikan pupuk cair.
“Harapan kami ke depan bukan hanya buahnya yang menghasilkan. Limbah kulit nanas juga sudah kami coba fermentasikan menjadi pupuk cair. Jadi semuanya bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Suparno berharap kolaborasi dengan PT Timah dapat terus berlanjut untuk mendukung pengembangan pertanian masyarakat.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peluang untuk menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
“Kami tetap ingin berkolaborasi secara berkelanjutan. Apa pun bentuknya, yang penting bisa bermanfaat. Sektor pertanian cukup menjanjikan untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” katanya.(*)
Sumber: PT Timah Tbk