
SUNGAILIAT, INTRIK.ID — Kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Bangka bertambah jadi 135 setelah tiga orang lagi dinyatakan terpapar virus asal Cina, Selasa (20/10/2020).
Kali ini dua diantaranya merupakan kasus dari transmisi lokal LCB (17) dan SB (56) dari Kecamatan Sungailiat.
Keduanya sama-sama pernah melakukan kontak erat dengan pasien sebelumnya yakni N dan S yang mana masih satu keluarga.
Sementara satu pasien lainnya yakni RJ (21) pernah melakukan perjalanan dari Bandung 27 September 2020 dimana perempuan yang tinggal di Kecamatan Mendo Barat tersebut diharuskan ikut swab karena hasil rapidnya reaktif pada 14 Oktober 2020 lalu.
Baca juga: Tertular Dari Kakek, Bocah Dua dan Tujuh Tahun Asal Bangka Positif Covid-19
Jubir GTPPC Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan saat ini Kecamatan Sungailiat masih menjadi penyumbang terbanyak kasus covid19 di negeri sepintu sedulang.
“Kita selalu berusaha untuk menekan kasus ini dengan melakukan rapid dan swab bagi masyarakat yang kontak langsung maupun kontak sekunder,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan saat ini total warga kabupaten bangka yang masih dalam perawatan atau perhatian akibat virus asal Cina tersebut tetap 16 orang karena ada tiga lagi sudah dinyatakan sembuh.
“Totalnya masih tetap 16 karena hari ini juga ada tiga orang yang diperbolehkan pulang yakni TS 42 tahun asal Kecamatan Merawang, QA tujuh tahun asal Kecamatan Merawang dan FT 66 tahun asal Kecamatan Pemali,” terangnya.
Boy Yandra menambahkan Kecamatan Sungailiat masih menjadi daerah penyumbang terbanyak kasus covid19 di Kabupaten Bangka saat ini.
“Kecamatan Sungailiat masih sembilan orang lagi, Pemali masih tiga, mendo barat dua, merawang dan belinyu masing-masing masih satu orang lagi, jadi totalnya masih 16 orang,” pungkasnya.
Selain melakukan tracking, pemkab bangka juga akan melakukan rapid tes masal dengan kapasitas 11 ribu pada bulan Oktober ini.
“Kita melalui BPBD Bangka akan adakan 11 ribu rapid tes yang dilakukan untuk semua OPD dan instansi vertikal. Nanti bagi yang reaktif akan langsung di swab,” tegas Boy.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat dapat terus melakukan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak.
“Jika 3M ini dilakukan, ini akan meminimalisir terjadinya penyebaran virus corona. Ini yang terus kita sosialisasi kepada masyarakat luas,” pungkasnya.(int)