
Lebih jauh, Syarli berharap konsep kegiatan seperti yang dilakukan SDN 28 Pangkalpinang dapat ditiru sekolah-sekolah lain di Kota Pangkalpinang.
Baginya, sekolah perlu menghadirkan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, mencoba hal baru, dan menunjukkan potensi mereka.
“Pesan saya, kegiatan seperti ini boleh diduplikasi dan diikuti sekolah-sekolah lain. Ini memang ajang penting untuk mengasah minat dan bakat anak-anak kita,” tegasnya.
Ia juga menilai keterampilan seperti seni, olahraga, dan robotik merupakan kemampuan yang semakin dibutuhkan generasi muda di masa mendatang.
Melalui Gebyar Esdupan ke-37, SDN 28 Pangkalpinang seolah mengirimkan pesan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari apa yang dipelajari siswa di dalam kelas, tetapi juga dari seberapa banyak kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk tumbuh, berkarya, dan menemukan potensi diri.