
“Ini luar biasa. Tanpa dana dari pemerintah, mereka mampu menggaet sponsor dan membangun kerja sama tim yang luar biasa,” ungkap Syarli.
Ia menilai Gebyar Esdupan bukan sekadar agenda tahunan untuk memeriahkan hari jadi sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang mungkin selama ini belum terlihat.
Syarli menyebut, beragam kegiatan yang dihadirkan, mulai dari kesenian, olahraga hingga robotik, memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengasah kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.
Keterampilan tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik di ruang kelas.
“Ini menjadi ajang untuk mengasah kreativitas siswa, memunculkan bakat yang mungkin masih terpendam, serta mengembangkan keterampilan lainnya. Nantinya, itu bisa menjadi bekal mereka selain ilmu pendidikan pada umumnya,” jelasnya.