
“Saya rasa kajian beban kerja yang diminta sebelum penetetapn TPP tidak berguna. Dilihat dari besaran nilai TPP tertuang dalam keputusan oleh PJ Bupati Bangka tidak adil. Kenapa saya katakan demikian , kami ditingkat kelurahan ini kerja 24 jam ada masalah sosial masyarakat kami yang turun duluan. Kami sadari nilai TPP bukan untuk disama ratakan dengan jabatan eslon II, namun besaran nilai TPP sekarang ada yang dikurang dan ditambah lebih besar ini tidak adil,” kata Adi, Rabu ( 15/5/2024) malam di Sungailiat.
Menurut Adi bukan rahasia umum lagi, kalau ASN kebanyakkan SK ASN sudah disekolahkan dan TPP menjadi sumber pembiayaan ekonomi keluarga.
“Teman – teman ASN ini mengharapkan dari TPP untuk keperluan penghidupan keluarga seperti beli susu anak, Biaya kuliah anak , atau sudah ada yang kredit barang keperluan rumah tangga.kalau gaji semenjak diangkat menjadi pns sudah dititipkan ke abang kita yaitu Bank sumsel. Sampai anak istri juga nyeletuk kepada suami masak bang ini TPP yang diterima sudah berbulan – bulan menunggu nanti abang ada istri muda dibagi TPP nya,” cerita Adi.