
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Bertahun-tahun kesulitan air bersih, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) getas di Desa Kurau Barat, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, mengaku kesulitan menjaga kualitas produksi. Air yang keruh dan asin disebut berdampak pada mutu getas hingga memicu keluhan pembeli.
Persoalan ini menjadi ironi bagi Kurau Barat yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi getas di Bangka Tengah. Di tengah upaya mengembangkan usaha lokal, kebutuhan dasar untuk produksi justru belum terpenuhi secara memadai, menurut para pelaku UMKM setempat.
Ketua UMKM Getas Kurau Barat, Andreas, mengatakan persoalan air bersih telah berlangsung selama bertahun-tahun dan mengganggu aktivitas usaha warga.
“Kami ini sentra Getas Bangka Tengah, tapi untuk air bersih saja susah bertahun-tahun. Padahal produksi getas sangat butuh air bersih yang banyak. Kalau airnya keruh dan asin, kualitas getas jadi turun, pembeli komplain,” ujar Andreas saat ditemui di Koba, Senin (19/10/2026).
Andreas mengungkapkan, persoalan tersebut sebelumnya pernah mendapat perhatian pemerintah pusat. Ia menyebut Menteri pernah datang langsung dan, menurutnya, saat itu disampaikan bahwa masalah air bersih akan segera diatasi oleh Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman.