Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Sempat Diinterupsi ketika Sampaikan AKD, Mehoa: Pimpinan Hanya Baca

548
×

Sempat Diinterupsi ketika Sampaikan AKD, Mehoa: Pimpinan Hanya Baca

Sebarkan artikel ini
IMG 20230408 WA0005
Foto: Ketua DPRD Bangka Tengah, Me Hoa. (Erwin)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa tegaskan Sekretaris Dewan (Sekwan) dan Kang Hukum dan Persidangan bertanggungjawab mutlak terhadap naskah pidato pimpinan dewan saat rapat paripurna.

Hal itu diungkapkannya paska adanya cekcok mulut antar dewan saat paripurna istimewa HUT kota Koba ke-169, Selasa (1/8/2023).

“Tadi tu Harsono juru konsep naskah salah set alur pidato. Harsono yang sudah bertahun-tahun saja bisa salah ketik dan tadi juga dia sudah minta maaf,” ungkapnya.

Mehoa mengatakan sebagai pimpinan rapat, ia hanya membaca naskah yang sudah disiapkan oleh juru konsep agar sesuai dengan jalannya paripurna.

“Siapapun Ketua DPRD nya, siapapun pimpinan rapatnya, tugasnya membaca naskah yang sudah disiapkan,” tegasnya.

Pihaknyapun akan menjadwalkan kembali pengumuman terkait Alat Kelengkapan Dewan (AKD) pada Banmus bulan depan.

“Jika urgent dan sepakat, kami akan Rapim lagi untuk ubah jadwal Agustus dalam paripurna internal,” terang Mehoa.

Ia juga menjelaskan Eva Kirana belum sah untuk menduduki posisi Era Susanto sebagai ketua komisi karena belum diumumkannya perubahan AKD oleh fraksi partai Golkar.

“Itu Tatib DPRD Bangka Tengah,” tegas politisi dari PDIP itu.

Sebelumnya, anggota DPRD Bateng sempat terlibat cekcok mulut dan debat dalam paripurna istimewa HUT Kota Koba yang ke 169.

Awalnya rapat tersebut berlangsung sangat hikmat dan lancar. Rangkaian demi rangkaian acara dijalani sesuai rundown acara yang dibacakan sebelumnya oleh pembawa cara.

Namun acara menjadi riuh saat Ketua DPRD Bangka Tengah Mehoa ingin menyampaikan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dalam rapat istimewa tersebut.

Hal itu langsung diinterupsi oleh salah satu anggota dewan yang hadir, Apri Panzupi.

Setelah diinterupsi, Ketua DPRD langsung menutup rapat paripurna istimewa tersebut. Bukannya berhenti, Mehoa justru melanjutkan penyampaian AKD tersebut ke publik.

Mendengar hal itu, Wakil Ketua II DPRD Bangka Tengah Supriyadi langsung menenangkan dan memberikan tanggapan jika akan menyelesaikan paripurna istimewa.

Melihat hal itu, Mehoa langsung meminta maaf kepada seluruh tamu undangan yang hadir.

Namun setelah menutup rapat paripurna tersebut, Apri dan Supri kembali adu mulut di ruang rapat dan langsung dipisahkan oleh anggota DPRD yang lain. Setelah dilerai dan ditenangkan, Apri dan Supri kembali tenang.

Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas