
Seperti pengunjung lainnya, awak media INTRIK.ID beserta salah satu media duduk didepan kios didamping SN selaku pelayan.
Obrolan berlanjut ditemani empek – empek panas dan kopi. Akibat virus corona SN mengaku pendapat merosot.
“Sejak corona sepi, nyari duit Rp 50.000 saja susah, kios ini punya teman saya hanya jaga,” ungkapnya.
Disinggung kenapa pasar mambo sering di razia?