
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas juga membenarkan penahanan seorang prajurit untuk menjalani pemeriksaan di Polisi Militer Kodam Jaya.
Meski demikian, dugaan keterlibatan prajurit tersebut masih harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan. Penahanan bukan berarti seluruh dugaan telah dinyatakan terbukti.
Kronologi pengungkapan menjadi salah satu bagian penting dalam perkara ini. Berdasarkan keterangan Maruli, warga sekitar lebih dahulu mencurigai aktivitas di rumah tersebut sebelum melakukan penggerebekan dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
Peristiwa itu membuat perhatian tidak hanya tertuju pada dugaan aktivitas judi online, tetapi juga pada bagaimana sebuah rumah dinas dapat diduga digunakan untuk kegiatan yang sedang diselidiki aparat.
Namun, fakta tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh sistem pengawasan internal gagal. Untuk menilai persoalan pengawasan secara utuh, masih diperlukan penjelasan mengenai status penggunaan rumah, mekanisme pengawasan fasilitas, serta hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.
Penahanan prajurit menunjukkan bahwa pemeriksaan terhadap dugaan keterlibatan dari lingkungan internal militer sedang berjalan. Akan tetapi, pengungkapan kasus ini juga menyisakan sejumlah hal yang perlu diperjelas.