Ratusan Warga Nelayan Datangi Mapolres Bangka

    Foto: Ratusan warga kampung Nelayan Sungailiat saat berada di depan Mapolres Bangka.(int)

    INTRIK.ID, BANGKA — Ratusan warga kampung Nelayan Sungailiat mendatangi Kantor Polres Bangka, Rabu (2/2/2022).

    Rombongan tersebut datang menggunakan mobil dan motor pribadi itu dihadang oleh anggota polisi dan berkumpul di depan Mapolres Bangka. Hanya beberapa pihak keluarga saja yang diizinkan masuk dan berhadapan dengan kasat Reskrim Polres Bangka.

    Kadatangan warga tersebut hanya untuk memastikan kasus penikaman yang menimpa salah satu warga setempat di Tempat Hiburan Malam (THM) Dragon Sungailiat beberapa hari lalu.

    “Kedatangan kami kesini hanya mau tahu sudah sampai dimana kasus ini. Sudah tiga hari berjalan tapi belum juga ada kabar dari pihak polisi,” ungkap ayah korban, Hasanuddin.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Untuk itu ia meminta pihak kepolisian segera menangkap dan mengungkap pelaku penikaman anaknya hingga meninggal.

    “Semoga secepatnya pelaku itu ditemukan, dan dihukum seberat-beratnya,” harap pria yang biasa disapa Sanu.

    Selain itu, ia juga meminta kepada pemilik THM Dragon untuk bertanggungjawab atas insiden penusukan yang merenggut nyawa anaknya.

    “Tanggungjawab itu harus. Memang sampai sekarang belum ada pihak pemilik datang ke rumah saya,” tuturnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ayu Kusuma Ningrum seizin Kapolres Bangka, AKBP Indra Kurniawan mengatakan jika pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan pendalaman informasi terhadap para saksi.

    “Kita masih lidik. Tapi kalau sampai mana perkembangannya itu informasi untuk kita ya. Yang jelas masih kita dalami informasi yang ada. Insya Allah dapat terungkap dalam waktu dekat ini,” katanya.

    Menurutnya, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh tim penyidik sehingga pihak kepolisian sampai saat ini belum bisa mengungkap pelaku.

    “Kendalanya saksi-saksi di lapangan memang melihat ciri-ciri pelaku, tetapi mereka sama sekali tidak mengenali pelaku. Kemudian kondisi kurangnya penerangan di Dragon saat kejadian dan tidak ada CCTV di tempat kejadian,” ujarnya.

    Namun demikian, pihaknya mengatakan hal itu tidak menjadi hambatan untuk tetap melakukan pengejaran terhadap pelaku.

    “Kami juga meminta dukungan dari masyarakat apabila ada informasi mengenai pelaku, silahkan beritahu kami,” harapnya.

    Pihaknya juga sudah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan menutup sementara aktivitas THM tersebut.

    “Kita belum bisa pastikan sampai kapan garis polisi itu dicabut,” tegas Ayu.(red)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Jasad Jauhari Ditemukan Tersangkut Jaring, Ada Bekas Gigitan Buaya di Pinggang

    Jasad Jauhari Ditemukan Tersangkut Jaring, Ada Bekas Gigitan Buaya di Pinggang

    Diduga Diterkam Buaya, Warga Hilang saat Najur Ikan di Sungai Limbung

    Diduga Diterkam Buaya, Warga Hilang saat Najur Ikan di Sungai Limbung

    Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

    Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

    Warga Cerucuk Belitung Tewar Diterkam Buaya di Depan Sang Anak saat Mandi di Kolong

    Warga Cerucuk Belitung Tewar Diterkam Buaya di Depan Sang Anak saat Mandi di Kolong

    Pembacokan di Lokasi Tambang Timah Ilegal, Korban Dibawa ke Puskesmas Lubuk Besar

    Pembacokan di Lokasi Tambang Timah Ilegal, Korban Dibawa ke Puskesmas Lubuk Besar

    Katanya Tambang Timah Dipemali Telan Tujuh Orang Korban Ilegal, Namum Muncul Slip Pembayaran Berlogo PT Timah?

    Katanya Tambang Timah Dipemali Telan Tujuh Orang Korban Ilegal, Namum Muncul Slip Pembayaran Berlogo PT Timah?

      Ikuti kami di Facebook