
Ia menegaskan produktivitas perusahaan harus berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan kerja, kepatuhan hukum, serta perlindungan lingkungan.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara PT Timah dan seluruh mitra usaha menjadi faktor penting dalam mewujudkan perusahaan tambang timah yang berdaya saing global.
“Mari kita jadikan PT Timah sebagai perusahaan tambang timah kelas dunia yang tidak hanya unggul dari sisi bisnis, tetapi juga memiliki tata kelola yang baik, menjunjung tinggi keselamatan kerja, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan. Kolaborasi yang efektif adalah kunci, regulasi menjadi pedoman, dan komitmen menjadi landasan dalam setiap aktivitas pertambangan,” katanya.
Sementara itu, Sub Koordinator Usaha Jasa Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Sari Taqwiem Ashra, mengapresiasi langkah PT Timah yang secara aktif melakukan pembinaan kepada perusahaan jasa pertambangan.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah mitra usaha yang belum memahami secara menyeluruh regulasi maupun kewajiban yang harus dipenuhi dalam menjalankan kegiatan pertambangan.
“Kegiatan ini sangat penting agar perusahaan jasa pertambangan memahami seluruh ketentuan yang diterbitkan pemerintah maupun kebijakan yang diterapkan PT Timah. Kepatuhan terhadap regulasi merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola pertambangan yang baik,” ujarnya.