PT SAML dan Kelompok Tani Desa Mendo Damai

    Foto: Mediasi antara PT SAML dengan Kelompok Tani di Kantor BPD Mendo. (Intrik)

    INTRIK.ID, BANGKA — Kisruh antara PT Sinar Agro Mandiri Lestari (SAML) dengan kelompok tani masyarakat Desa Mendo berakhir damai, Rabu (23/8/2023).

    Kedua belah pihak setuju untuk membuka portal jalan kebun keduanya.

    “Intinya sekarang kedua portal bisa dibuka,” ungkap Kades Mendo, Isa Susanto setelah melakukan mediasi antara PT SAML dengan kelompok tani di kantor BPD Desa Mendo.

    Sementara itu, Ketua BPD Mendo, Marwan berharap agar permasalahan ini tidak terulang kembali terlebih lagi keduanya menggunakan akses yang sama.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kami selaku penyelenggara permusyawaratan otomatis menjadi kewajiban kita untuk mempertemukan antar kedua belah pihak. InsyaAllah, pihak desa dan BPD berkomitmen untuk selalu berupaya agar tidak ada lagi permasalahan,” ujarnya.

    Ia mengatakan ada tiga poin kesepakatan bersama mulai dari pembukaan portal, jalan di Desa Rukam bisa dilalui oleh umum hingga setiap pihak harus merawat dan menjaga seluruh akses jalan tersebut.

    Pemberitaan sebelumnya, kelompok tani masyarakat Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat memasang portal di Lelap Murong. Hal itu sebagai bentuk protes karena PT SAML terlebih dulu melakukan hal yang sama di lokasi Desa Rukam.

    Perwakilan Kelompok Tani Desa Mendo, Abdul Razak mengatakan, peristiwa itu bermula saat PT SAML membuat jalan yang rencananya bisa digunakan untuk kepentingan bersama.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Awalnya memang bisa kita bisa lalui tapi beberapa bulan lalu kita mau ngirim pupuk tidak dibolehkan lagi, alasannya jalan itu mereka yang bangun,” ungkapnya.

    Sementara itu, Perwakilan PT SAML, Agus menegaskan tetap akan menutup akses atau portal di daerah Desa Rukam.

    Menurutnya, jalan tersebut dibuat oleh pihak PT SAML untuk kepentingan keamanan perusahaan.

    “Untuk portal yang di pasang di Desa Rukam tidak bisa dibuka karena wewenang PT SAML dan bukan termasuk jalan umum,” tegasnya.

    Meskipun begitu, ia mengatakan untuk akses masuk di Desa Mendo bisa digunakan bersama.

    “Untuk 600 meter yang masuk Desa Mendo, itu bisa. Tapi kalau yang arah Desa Rukam itu bukan jalan umum jadi gak bisa. Portal di Rukam itu untuk keamanan di Rukam,” jelas Agus.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Mayat di Tribun Lapangan Bola Namang Masih Berusia 19 Tahun

    Mayat di Tribun Lapangan Bola Namang Masih Berusia 19 Tahun

    Warga Temukan Mayat Laki-laki Tergantung di Tribun Lapangan Bola Namang

    Warga Temukan Mayat Laki-laki Tergantung di Tribun Lapangan Bola Namang

    Seorang Warga Meninggal di Sarang Ikan, Diduga Tertimpa Pipa Tambang

    Seorang Warga Meninggal di Sarang Ikan, Diduga Tertimpa Pipa Tambang

    Dijaga TNI, Komponen Alat Berat Sitaan Satgas PKH Hilang

    Dijaga TNI, Komponen Alat Berat Sitaan Satgas PKH Hilang

    Warga Keluhkan Air PDAM  Tirta Bangka Tengah Keruh dan Tak Mengalir

    Warga Keluhkan Air PDAM Tirta Bangka Tengah Keruh dan Tak Mengalir

    Seorang Nelayan Hilang di Karang Kering Sungailiat

    Seorang Nelayan Hilang di Karang Kering Sungailiat