
“Masalah teknis persiapan Pemilukada, masalah calon tunggal, masalah partisipasi pemilih, masalah transparansi, dan tata kelola pemilu yang akuntabel dan masa kampanye. Masih ada hambatan dan tantangan lain diluar itu. Salah satunya tentu soal praktek money politik, dengan permasalahan yang ada, saya mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi Pemilukada serentak 2024,” kata ketua DPC PWRI Bangka Selatan, Abi Abdillah, Selasa (22/10/2024).
Menurut ia pada Pemilukada 2020 lalu, praktek politik uang kemungkinan masih akan mendominasi di Pemilukada 2024. Hal ini didukung sikap masyarakat/pemilih di Indonesia yang cenderung prakmatis.
“Para calon kepala daerah dan tim suksesnya di duga masih akan melakukan segala cara untuk mendapatkan simpati pemilih. Dimungkinkan segala cara akan mereka lakukan untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya. Halal atau tidak, melanggar atau tidak, mereka tidak memikirkannya. Terpenting bagaimana caranya agar mereka bisa menang dan terpilih,” ujar Abi.