
Unjuk rasa yang dilakukan oleh Masyarakat Sayang PLN ini ditenggarai oleh adanya pemadaman listrik bergilir di wilayah Pulau Bangka, sehingga masyarakat merasa dirugikan atas aktivitas tersebut.
Namun saat dimulai, hanya belasan massa saja yang hadir dengan membawa keranda mayat dan poster berisikan kekecewaannya terhadap pemadaman listrik bergilir oleh PLN.
“Kami pasti akan datang dengan aksi yang lebih banyak, sebenarnya kali ini juga banyak tapi kita batasi karena permintaan keamanan dengan alasan pandemi. Tapi nanti kami tidak akan membatasi,” tegas Koordinasi Aksi, Ardi.(Red)