
Agus mengaku, kegiatan tersebut bukanlah kontraktual namun memang swakelola yang memang ditunjuk oleh PU langsung untuk pengerjaan. Agus juga berharap, bisa cepat memperbaiki pengerjaan tersebut.
Di tempat lain, Eka selaku yang mempunyai proyek, mengaku ada kesalahan dalam pengerjaan plat duiker tersebut.
“Itu memang gara-gara tukangnya yang kurang memperhatikan dan tidak tau jalur tersebut dilalui mobil besar. Baru 8 hari jalan dan kayu penyanggah sudah dibuka,” ucapnya.
Eka menyebutkan, jika hancurnya plat duiker tersebut karena dilewati kendaraan sawit yang mencapai 8 ton.
Eka juga mengaku bahwa semuanya sudah dibongkar dan akan dicor ulang dan membuat jalur alternatif hari ini untuk masyarakat.
“Sudah saya perintahkan bongkar ulang dan dibuat untuk jalan alternatif. Saya minta maaf atas segala ketidaknyamanannya, ” ujar Eka.