
Elliza Fransisca
(Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung)
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, perkembangan teknologi juga berkembang sangat pesat, salah satunya yaitu gadget atau lebih dikenal dengan handphone. Gadget atau handphone merupakan perangkat elektronik yang berukuran kecil yang memiliki fungsi khusus dan terus mengalami perubahan. Selain itu, gadget juga bisa diartikan sebagai alat canggih yang di dalamnya terdapat berbagai aplikasi. Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun gadget selalu mengalami perubahan desain dan juga pengguna gadget semakin meningkat terutama pada anak usia dini. Ditambah lagi dengan adanya pandemi covid-19 saat itu, dimana setiap orang diharuskan untuk tetap berada di dalam rumah, hingga membuat semua orang terikat dengan gadget.
Anak usia dini juga mengalami laju perkembangan teknologi yang sangat pesat. Informasi BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan bahwa, hampir separuh anak usia dini di Indonesia yang menggunakan gadget, juga akan mengakses internet pada tahun 2022.Secara total, ada 33,44% anak usia dini di Indonesia yang menggunakan gadget. Sedangkan anak usia dini yang dapat mengakses internet mencapai 24,96%. Jika dirinci, terdapat perbedaan karakteristik kelompok umur yang cukup besar. Persentase penggunaan gadget pada anak usia 0-4 tahun atau balita hanya 25,5%.Sedangkan usia 5-6 tahun sebanyak 52,76%. Pola yang sama juga terlihat pada anak-anak yang mengakses internet. Usia balita adalah 18,79%, sedangkan anak usia 5-6 tahun adalah 3,97%.
Di zaman sekarang ini, gadget tidak bisa lagi di pisahkan lagi dari kehidupan manusia dalam kesehariannya, bahkan banyak anak di usia dini sudah diberikan gadget sendiri oleh orang tuanya. Orang tua yang bekerja di luar rumah, menggunakan gadget mereka untuk berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Sementra itu, beberapa ibu yang diam dirumah membiarkan anaknya bermain gadget agar mengalihkan perhatian anaknya agar tidak mengganggu ibunya dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Ada juga sebagian orang tua yang apabila anaknya menangis karna suatu hal, sang ibu lebih memilih memberikan anaknya bermain gadget agar mengalih perhatian sang anak daripada harus menenangkan anaknya.