
“Cerita ini sangat panjang pak, narasinya kalo diceritakan sangat menarik, dua wali kota sebelum saya ingin membangun masjid di kawasan Alun-Alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang, sangat dinantikan betul oleh masyarakat. Alhamdulillah atas izin Allah hari ini barang milik negara, milik BPN dihibahkan ke kita, sangat dipermudah, Alhamdulillah atas izin Allah SWT,” kata wali kota yang akrab disapa Molen itu.
Menurutnya, ini adalah skenario Allah dan menjadi kenang-kenangan baginya secara pribadi dan Pemerintah Kota Pangkalpinang secara umum. Awalnya ia berpikir suatu ketidak-mungkinan namun dapat terwujud dengan banyaknya kemudahan.
“Ini adalah skenario Allah dan menjadi kenang-kenangan bagi saya, pak I Made dan semuanya. Saya pikir impossible karena ini milik BPN yang vertikal, tapi tidak nyangka ternyata pak I Made yang melepaskannya, orang Bali untuk pembangunan Masjid Agung Kubah Timah,” tuturnya.
Selain itu, Molen juga menyebut bahwa Gereja yang lokasinya tepat di samping pembangunan Masjid Agung Kubah turut memberikan kemudahan. Pihak Gereja juga bersedia untuk merobohkan pagar Gereja agar nantinya menjadi tempat parkir bersama dengan Masjid Agung Kubah Timah.
“Nanti akan asyik bener terkait keberagaman ummat beragama di Kota Beribu Senyuman,” tukasnya.(*)