Pemkab Karimun Sentil Program PPM: Jangan Berhenti Saat Bantuan Diserahkan

    INTRIK.ID, KARIMUN — Program pemberdayaan masyarakat dinilai tidak cukup hanya dengan menyerahkan bantuan. Pemerintah Kabupaten Karimun meminta setiap program memiliki target yang jelas dan bisa diukur, sehingga manfaatnya benar-benar terasa hingga masyarakat menjadi mandiri.

    Pesan itu disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Karimun, H. Muhammad Isnaini, dalam konsultasi publik pembaruan Dokumen Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) PT Timah (Persero) Tbk di Gedung Nasional Karimun, Kamis (3/9/2026).

    Menurut Isnaini, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ke depan harus diarahkan pada sektor yang memberikan dampak langsung, seperti pendidikan, kesehatan dan penguatan ekonomi masyarakat.

    Ia mencontohkan bantuan bibit maupun pupuk kepada petani. Menurutnya, keberhasilan program tidak boleh diukur dari ada atau tidaknya barang yang diserahkan.

    “Setiap bantuan yang diberikan harus memiliki target akhir atau ending yang jelas. Jangan sekadar program selesai setelah barang diserahkan,” ujarnya.

    Ia mendorong adanya evaluasi secara berkala, misalnya dalam rentang enam bulan hingga satu tahun. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah bantuan tersebut benar-benar meningkatkan pendapatan dan kemandirian penerima manfaat.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook