
Di sisi lain, Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus, menanggapi dengan tegas bahwa prioritas pembangunan yang dirancang harus benar-benar dijalankan dan tidak hanya sebatas dokumen.
“Kita sepakat dengan program prioritas tersebut, tapi pelaksanaannya harus konkret. Jangan hanya rencana di atas kertas, apalagi kondisi fiskal sedang sempit,” kata Batianus.
Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi dan evaluasi terhadap program yang tidak efektif di tahun-tahun sebelumnya.
Beberapa target indikator makro yang ditetapkan Pemkab Bangka Tengah untuk 2026 antara lain:
– Pertumbuhan ekonomi: 3,71%–3,84%
– PDRB per kapita: Rp59,31 juta – Rp61,02 juta
– Tingkat kemiskinan: 5,12%
– Pengangguran terbuka: 3,90%–3,92%
– IPM (Indeks Pembangunan Manusia): 73,69
– IKLH (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup): 73,03
– Gini Rasio: 0,210 – menunjukkan kesenjangan rendah
Dengan proyeksi yang cukup ambisius namun dibayang-bayangi defisit anggaran, Pemkab dan DPRD Bangka Tengah sama-sama menegaskan komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat.