
INTRIK.ID, BANGKA SELATAN– Selama Libur Hari Raya Idulfitri, layanan angkutan perintis pedesaan sudah disediakan oleh Dinas Perhubungan, Bangka Selatan (Basel), di Kepulauan Lepar.
Kehadiran transportasi ini dapat membantu mobilitas warga, terutama dalam aktivitas mudik dan silaturahmi selama momentum lebaran.
Program angkutan perintis merupakan layanan transportasi yang disediakan pemerintah untuk menjangkau daerah-daerah yang akses transportasinya masih terbatas. Layanan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah terpencil serta mempermudah masyarakat melakukan perjalanan antar desa maupun menuju pusat kecamatan.
Kepala Dinas Perhubungan Basel Benny Supratama menyebutkan, Dishub sudah menyediakan empat bus perintis yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, saat libur lebaran di Kepulauan Lepar.
“Kita sudah menyediakan empat bus perintis pada libur lebaran tadi, yakni dengan rute Penutuk-Tanjung labu, sebaliknya dan Penutuk-Tanjung Sangkar, sebaliknya,” terangnya, Selasa (31/03/2026).
Dikatakannya, diwilayah kepulauan seperti Kepulauan Lepar, keberadaan angkutan perintis sangat penting karena sebagian desa masih bergantung pada sarana transportasi terbatas untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial. Dengan adanya armada yang beroperasi secara rutin, masyarakat diharapkan lebih mudah menjangkau fasilitas publik serta memperlancar distribusi barang dan jasa.
“Kehadiran angkutan ini bisa untuk memperlancar mobilitas sehari hari warga antar desa di Kecamatan Lepar,” ujarnya.
Selain untuk membantu mobilitas selama lebaran kemarin, layanan ini juga dioptimalkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat yang ingin pulang kampung maupun berkunjung ke sanak keluarga. Bahkan, keberadaan angkutan perintis turut membantu menjaga kelancaran arus transportasi di wilayah kepulauan.
Lebih lanjut, ia menyebutkan, untuk tarif satu kali jalan ke desa tujuan hanya membayar Rp7 ribu saja. Mobil ini juga beroperasi setiap hari, agar memudahkan masyarakat baik pada saat lebaran kemarin maupun usai lebaran dan tarifnya juga masih sama.
“Silahkan angkutan perintis ini dimanfaatkan oleh masyarakat, selain memperlancar mobilitas juga bisa bepergian bersama keluarga menuju desa tujuan,” pungkasnya.