
“SMP Muhamadiyah belum sampai 10 murid yang daftar karena masih banyak yang berharap ke negeri. Kan setiap sekolah sudah petakan yang lulus SD berapa, yang ditampung sekolah negeri berapa, yah sisanya pasti ke swasta, ” lanjutnya.
Engga menegaskan, selalu ada dampak positif dan negatif dari setiap kebijakan, namun perlu diperhatikan semua sudut pandang dalam memberikan kebijakan.
“Kita tahu SMP negeri gratis, tapi bukan berarti swasta tak ada jalur gratisnya juga. Bahkan bisa aja kasih solusi, yang gak lulus negeri kita sekolahkan di swasta dan kita biayai. Nah, itu lebih masuk akal, ” tutupnya.
SMP Negeri 1 Koba akan menambah jumlah kuota siswa dalam 1 ruangan belajar dari 38 menjadi 43 siswa setiap ruang belajar atau kelas.