
INTRIK.ID, BANGKA — Pelaku wisata masih kesulitan untuk menerapkan aturan untuk pemasangan barcode Vaksin di setiap pintu masuknya, Senin (27/9/2021).
Manager HRD De’locomotief Tongaci Beach, Edo Firdaus mengatakan pihaknya sempat kebingungan dalam mencari barcode yang harus dipasang oleh pihak pengelola.
“Setiap tempat wisata harus dipasang barcode tapi pelaku wisata sendiri kebingungan barcode itu seperti apa. Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa institusi tapi jawabannya mereka juga tidak tahu,” ungkapnya.
Pihaknya baru tahu barcode yang harus dipasang tersebut setelah berkonsultasi dengan pusat dan diharuskan membuat surat permohonan ke kementerian kesehatan melalui aplikasi PeduliLindungi.