
“Kalau kita lihat, pada bulan Januari ada 34 perkara cerai talak dan 82 cerai gugat. Bulan juli juga tinggi, cerai talak ada 29 dan cerai gugat ada 94 perkara,” terang Ansori.
Ia mengatakan hampir tiap bulan selalu ada perkara perceraian yang masuk di pengadilan agama tersebut meskipun intensitasnya berbeda-beda.
“Hampir tiap bulan selalu ada, cuma bulan april dan mei saja yang sedikit sekitar 10 hingga belasan perkara saja,” tambahnya.
Ansori juga mengatakan bahwa banyaknya kasus perceraian yang diterima pihaknya dilatari oleh faktor ekonomi.